Itinerary Roma: Hari-Hari Saya dari Vatikan hingga Colosseum

Oleh Blaise Jaeger · Diperbarui 14 Oktober 2026

Roma, ibu kota Italia yang dijuluki “Kota Abadi”, memadatkan hampir tiga ribu tahun sejarah dalam beberapa kilometer saja: Colosseum dan Forum Romawi, Pantheon, alun-alun dan air mancur bergaya barok, serta, di seberang Sungai Tiber, Vatikan dengan Basilika Santo Petrus dan Museum Vatikan. Pusat kota bersejarahnya termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, dan sebagian besar objek wisatanya bisa dicapai dengan berjalan kaki.

Saya mengenal Roma dengan baik: antara 2004 dan 2009 saya puluhan kali ke sana untuk urusan pekerjaan, dan sejak itu saya sudah beberapa kali kembali. Panduan ini mengikuti kunjungan terakhir saya pada akhir Mei 2025 bersama teman saya, Roy, sebelum sebuah pernikahan keluarga di dekat Tivoli dan perjalanan kereta ke Florence: apa yang kami lakukan hari demi hari, tiket yang perlu dipesan, tempat kami menginap, dan cara berkeliling kota.

Kubah berkotak-kotak dan oculus Pantheon di Roma
Kubah Pantheon, 28 Mei 2025

Roma Sekilas

  • Lokasi: di Lazio, Italia tengah, sekitar 25 km dari laut; bandara utamanya adalah Fiumicino.
  • Stasiun utama: Roma Termini, pusat kereta bandara, metro, dan kereta cepat.
  • Wajib dikunjungi: Colosseum dan Forum Romawi, Pantheon, Air Mancur Trevi, Piazza Navona, Museum Vatikan, dan Basilika Santo Petrus.
  • Berapa hari: tiga hari untuk tempat-tempat utama, ditambah satu hari untuk day trip ke Tivoli.
  • Pesan lebih awal: Museum Vatikan dan Colosseum memakai tiket dengan slot waktu.
  • Cara berkeliling: jalan kaki di pusat kota, naik metro atau taksi untuk jarak yang lebih jauh.

Itinerary Roma 3 Hari Versi Saya

Hari 1 malam: dari Fiumicino ke Air Mancur Trevi

Pada Selasa, 27 Mei 2025, kami mendarat di Fiumicino dan naik Leonardo Express, kereta langsung tanpa henti ke Roma Termini, dengan rak bagasi di setiap gerbong. Kami menginap di Colosseo Relais, di distrik Monti, beberapa menit jalan kaki dari Colosseum dan Forum Romawi.

Rak bagasi di dalam kereta Leonardo Express dari Bandara Fiumicino ke Roma
Di dalam Leonardo Express, 27 Mei 2025

Malam harinya, kami berjalan kaki ke Air Mancur Trevi. Pukul 20.45, saat senja, masih banyak orang di sekitar kolamnya.

Air Mancur Trevi di Roma dengan patung-patung barok dan kolam berwarna toska
Air Mancur Trevi

Hari 2: Pantheon, audiensi Paus, dan Vatikan

Pada Rabu, 28 Mei, kami mulai pukul 10.00 di Pantheon, kuil Romawi yang diubah menjadi gereja, dengan kubah beton dan oculus di tengahnya yang usianya hampir dua ribu tahun. Lalu kami berjalan menyeberangi Sungai Tiber, melewati Castel Sant’Angelo, menuju Vatikan.

Rabu pagi adalah hari audiensi umum Paus. Saat kami tiba di Lapangan Santo Petrus sekitar pukul 11.00, lapangan sudah penuh, dengan layar raksasa yang dipasang untuk para umat.

Kerumunan di Lapangan Santo Petrus saat audiensi umum Paus di Vatikan
Lapangan Santo Petrus saat audiensi umum, 28 Mei 2025
Lapangan Santo Petrus dengan obelisk Mesir dan basilikanya di Vatikan
Obelisk dan Basilika Santo Petrus

Sekitar tengah hari, kami masuk ke Museum Vatikan dengan tiket yang sudah dipesan sebelumnya. Salah satu ruangan yang kami lewati adalah Galeri Peta, lorong sepanjang 120 meter yang dipenuhi peta-peta Italia yang dilukis di bawah langit-langit berlapis emas, dalam perjalanan menuju Kapel Sistina.

Langit-langit berlapis emas dan peta-peta lukis di Galeri Peta, Museum Vatikan
Galeri Peta, Museum Vatikan

Sore harinya, kami menyusuri Borgo, jalan-jalan tua di antara Vatikan dan Castel Sant’Angelo, lalu menuruni Via della Conciliazione dengan pemandangan kubah Santo Petrus, dan terus ke Piazza Navona, dengan Air Mancur Empat Sungai karya Bernini dan Gereja Sant’Agnese in Agone. Setelah itu kami berjalan lagi ke Vittoriano, monumen putih di Piazza Venezia.

Jalan berbatu dengan teras kafe di distrik Borgo dekat Vatikan
Borgo, dekat Vatikan
Basilika Santo Petrus dilihat dari Via della Conciliazione di Roma
Basilika Santo Petrus dari Via della Conciliazione
Piazza Navona di Roma dengan obelisk dan Gereja Sant Agnese in Agone
Piazza Navona, 28 Mei 2025

Hari 3 pagi: Forum Romawi dan Colosseum

Pada Kamis, 29 Mei, pukul 10.30 kami sudah berada di Forum Romawi, jantung Roma kuno: kuil-kuil, gapura kemenangan, dan sisa-sisa gedung Senat, di antara Bukit Kapitolinus dan Bukit Palatinus. Dari sana, Colosseum hanya beberapa langkah saja.

Reruntuhan dan pilar-pilar Forum Romawi di Roma
Forum Romawi, 29 Mei 2025
Lengkungan travertin di bagian luar Colosseum di Roma
Colosseum

Di dalam Colosseum, dari tribun atas, Anda bisa memandang ke bawah ke arena dan lorong-lorong bawah tanah tempat para gladiator dan hewan menunggu sebelum pertunjukan.

Bagian dalam Colosseum di Roma dengan pemandangan arena dan lorong bawah tanah
Bagian dalam Colosseum

Hari 3 sore: Villa d’Este di Tivoli

Siang harinya, kami menyewa mobil di Roma Termini untuk menuju Tivoli, sekitar 30 km di sebelah timur Roma, dan ke kastel dekat San Gregorio da Sassola tempat pernikahan anak baptis saya berlangsung dan tempat kami menginap pada malam-malam berikutnya. Di perjalanan, sekitar pukul 16.00, kami mengunjungi Villa d’Este, vila zaman Renaisans yang terkenal dengan taman bertingkatnya dan ratusan air mancurnya, yang juga merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kolam ikan dan air mancur di taman Villa d Este, Tivoli
Villa d’Este, Tivoli, 29 Mei 2025

Hari 4: pernikahan di San Luigi dei Francesi

Pada Jumat, 30 Mei, kami kembali ke Roma untuk upacara pernikahan yang digelar di San Luigi dei Francesi, gereja orang Prancis di Roma, hanya beberapa langkah dari Piazza Navona. Kapel Contarelli di dalamnya menyimpan lukisan-lukisan Caravaggio tentang kehidupan Santo Matius. Perayaan kemudian berlanjut di kastel dekat San Gregorio da Sassola.

Pagi terakhir: San Gregorio da Sassola dan kembali ke Termini

Pada Sabtu, 31 Mei, sebelum berangkat, kami melihat sekali lagi San Gregorio da Sassola, desa abad pertengahan yang bertengger di atas ngarai dan didominasi kastelnya. Kami lalu menyetir kembali ke Roma Termini, makan siang di Mercato Centrale di dalam stasiun, dan naik Frecciarossa pukul 14.35 ke Florence.

Desa abad pertengahan San Gregorio da Sassola dan kastelnya dekat Tivoli
San Gregorio da Sassola, 31 Mei 2025
Food hall Mercato Centrale yang ramai di Stasiun Roma Termini
Mercato Centrale di Roma Termini

Kunjungan Saya yang Lain ke Roma

Antara 2004 dan 2009, pekerjaan membawa saya ke Roma puluhan kali. Sejak itu saya sudah beberapa kali kembali: pada Maret 2016, saya mengunjungi Castel Sant’Angelo, Museum Vatikan, dan Kapel Sistina, lalu Forum Romawi dan Colosseum yang diterangi lampu di malam hari; pada Juni 2017, saya mengambil mobil sewaan di Fiumicino; dan pada Oktober 2022, saya dan Roy mengunjungi Basilika Santa Maria Maggiore, dekat Termini.

Tiket Museum Vatikan dan Colosseum

  • Museum Vatikan: pesan tiket dengan slot waktu di situs resmi Museum Vatikan; kunjungan ini mencakup Galeri Peta, Ruang Raphael, dan Kapel Sistina. Museum tutup pada hari Minggu, kecuali hari Minggu terakhir setiap bulan.
  • Basilika Santo Petrus: masuk gratis, dengan pemeriksaan keamanan di bawah barisan pilar; bahu dan lutut harus tertutup.
  • Audiensi umum Paus: pada Rabu pagi ketika Paus berada di Roma; tiketnya gratis dan dimohon melalui Prefektur Rumah Tangga Kepausan.
  • Colosseum dan Forum Romawi: satu tiket gabungan berlaku untuk Colosseum, Forum, dan Palatinus; pesan di situs resmi Taman Arkeologi Colosseum.
  • Pantheon: kini masuknya berbayar (€5) dan bisa dipesan online.
  • San Luigi dei Francesi: masuk gratis; tiga lukisan Caravaggio tentang Santo Matius ada di Kapel Contarelli, di bagian belakang sebelah kiri.

Tempat Menginap di Roma

Kami menginap di Colosseo Relais, di Monti, distrik yang hidup di antara Colosseum dan Termini, dari sana kami ke Forum dan Colosseum dengan berjalan kaki. Pilihan basis lain yang bagus adalah pusat kota bersejarah di sekitar Pantheon dan Piazza Navona, Trastevere untuk suasana malamnya, dan Prati untuk Vatikan.

Lihat semua hotel di Roma.

Cara ke Roma dan Berkeliling Kota

  • Dari Bandara Fiumicino: Leonardo Express berjalan tanpa henti ke Roma Termini dalam sekitar 30 menit.
  • Sewa mobil: tidak berguna di pusat kota, karena zona lalu lintas terbatas (ZTL) dikenai denda, tetapi praktis untuk ke Tivoli dan desa-desa di Lazio. Kami mengambil mobil kami di Roma Termini; Anda bisa membandingkan harga sewa di Roma Termini di Discover Cars.
  • Ke Florence: sekitar 1 jam 30 menit dengan Frecciarossa atau Italo; jadwal kereta bisa dibandingkan di 12Go. Lihat juga Itinerary Florence 2 hari.
  • Di dalam kota: berjalan kaki adalah cara terbaik menjelajahi pusat kota; metro punya tiga jalur, dengan stasiun Colosseo, Termini, dan Ottaviano untuk ke Vatikan.

Tips Praktis di Roma

  • Pesan lebih awal: Museum Vatikan dan Colosseum, terutama dari musim semi hingga musim gugur.
  • Aturan berpakaian: tutup bahu dan lutut Anda untuk masuk ke Basilika Santo Petrus dan gereja-gereja.
  • Hari Rabu: Lapangan Santo Petrus penuh sesak saat audiensi Paus; kunjungi basilika di pagi hari lain jika Anda ingin suasana yang lebih tenang.
  • Panas: dari Juni hingga Agustus, kunjungi Forum dan Colosseum pagi-pagi sekali; hampir tidak ada tempat berteduh.
  • Air minum: air mancur umum kota, nasoni, menyediakan air minum gratis.

Baca Juga

Pertanyaan Umum tentang Roma

Berapa hari yang dibutuhkan di Roma?

Tiga hari sudah cukup untuk tempat-tempat utama: Colosseum dan Forum, Vatikan, Pantheon, Air Mancur Trevi, dan Piazza Navona. Tambahkan satu hari untuk Tivoli.

Apakah tiket Museum Vatikan perlu dipesan lebih awal?

Ya, tiket dengan slot waktu yang dipesan online membuat Anda terhindar dari antrean panjang di pintu masuk.

Bagaimana cara ke Roma dari Bandara Fiumicino?

Kereta Leonardo Express berjalan tanpa henti dari Fiumicino ke Roma Termini dalam sekitar 30 menit.

Kapan audiensi umum Paus diadakan?

Pada Rabu pagi di Lapangan Santo Petrus, ketika Paus berada di Roma. Lapangan sudah penuh jauh sebelum acara dimulai.

Apakah Tivoli layak dikunjungi sebagai day trip dari Roma?

Ya. Tivoli berjarak sekitar 30 km dari Roma, dan Villa d’Este, dengan taman dan air mancurnya, bisa dikunjungi dalam beberapa jam.

Bagaimana cara ke Florence dari Roma?

Dengan kereta cepat dari Roma Termini ke Firenze Santa Maria Novella, dalam sekitar 1 jam 30 menit.

Promo Booking.com untuk hotel di Roma