Panduan Wisata Vietnam: Perjalanan Saya dari Selatan ke Utara

Oleh Blaise Jaeger · Diperbarui pada 8 Oktober 2026

Mengapa Mengunjungi Vietnam?

Vietnam adalah negeri penuh kontras yang memikat, tempat sejarah, budaya, kuliner, dan pemandangan menakjubkan berpadu menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Kesan pertama langsung terasa begitu keluar dari bandara: bendera Partai Komunis Vietnam berkibar dengan bangga. Vietnam memang masih menjadi salah satu dari sedikit negara yang secara resmi menyebut dirinya komunis. Namun, sehari kemudian, sebuah dealer Rolls-Royce dengan cepat menunjukkan betapa dalamnya ekonomi pasar juga telah mengakar.

Panduan wisata Vietnam ini menyusuri negeri ini dari selatan ke utara, wilayah demi wilayah: apa yang saya lihat, apa yang akan saya lakukan secara berbeda, dan hal-hal praktis — kapan berangkat, berapa lama tinggal, visa, dan transportasi — yang menentukan lancar tidaknya perjalanan Anda. Vietnam memang salah satu destinasi favorit saya di Asia Tenggara!

Blaise Jaeger di dermaga perahu My Tho di Sungai Mekong
Di dermaga perahu My Tho, gerbang Delta Mekong, April 2024

Sekilas tentang Vietnam

  • Ibu kota: Hanoi, di utara. Kota terbesarnya adalah Kota Ho Chi Minh, dulu Saigon, di selatan.
  • Panjang: sekitar 1.650 kilometer dari utara ke selatan, dan lebarnya hanya sekitar 50 kilometer di bagian tengah — itulah sebabnya kebanyakan perjalanan menempuh setidaknya satu rute dengan pesawat.
  • Mata uang: dong Vietnam (VND). Uang kertas terbesar bernilai 500.000 VND.
  • Visa: pemegang paspor Indonesia bebas visa hingga 30 hari; banyak warga Eropa, Jepang, dan Korea Selatan bebas visa selama 45 hari; selebihnya mengajukan e-visa secara online yang berlaku hingga 90 hari.
  • Waktu terbaik untuk berkunjung: tergantung wilayahnya — utara dari Oktober hingga April, tengah dari Februari hingga Agustus, selatan dari November hingga April.
  • Berapa hari: dua minggu untuk utara, tengah, dan selatan; sepuluh hari jika rute jauh ditempuh dengan pesawat, seperti yang saya lakukan.
  • Zona waktu: UTC+7 sepanjang tahun, sama dengan WIB (Jakarta).

Perjalanan Pertama Saya ke Vietnam: Sepuluh Hari dari Selatan ke Utara

Untuk kunjungan pertama, saya ingin mendapatkan gambaran luas tentang negeri yang memikat ini. Perjalanan saya di Vietnam dimulai di kota metropolitan yang ramai, Kota Ho Chi Minh, lalu terbang ke pesona pesisir Da Nang, dan akhirnya ke jalan-jalan bersejarah Hanoi. Setiap destinasi menawarkan sudut pandang unik tentang identitas Vietnam yang beragam.

Saat itu April 2024: tiga hari di selatan dengan terowongan Cu Chi dan Delta Mekong, empat hari naik skuter di sekitar Da Nang, Hoi An, dan kompleks candi My Son, lalu Hanoi, bus malam ke Sapa, dan sehari di Teluk Ha Long sebelum terbang pulang dari Noi Bai. Setiap rute perjalanan itu, lengkap dengan waktu tempuh dan harga, ada di panduan saya tentang cara berkeliling Vietnam.

Mari ikut saya menjelajahi negeri luar biasa ini — kota-kotanya yang hidup, kekayaan budayanya, dan keindahannya yang memukau.

Vietnam Selatan: Kota Ho Chi Minh, Persimpangan Sejarah dan Modernitas

Kota Ho Chi Minh, dulu dikenal sebagai Saigon, adalah kota terbesar Vietnam yang hidup dan dinamis. Untuk benar-benar merasakan energinya, saya memilih menginap di Distrik 1, jantung kota yang paling ramai. Jalan Nguyen Hue langsung menarik Anda ke dalam pesona urban kota ini, dengan suasananya yang meriah dan bangunan-bangunan ikoniknya. Salah satu tempat yang menonjol adalah Cafe Apartment, sebuah gedung unik yang diubah menjadi kumpulan kafe kekinian — layak untuk mampir minum atau ngopi.

Gedung Cafe Apartment di Jalan Nguyen Hue, Kota Ho Chi Minh
Cafe Apartment di Jalan Nguyen Hue, gedung yang penuh kafe

Tak jauh dari sana, Kantor Pos Pusat adalah contoh menawan arsitektur kolonial Prancis yang memberi gambaran tentang masa lalu kota ini. Dalam perjalanan ke Kantor Pos itulah saya (hampir) tergoda membeli Rolls-Royce — momen yang dengan sempurna menggambarkan perpaduan pesona masa lalu dan kemewahan modern kota ini.

Interior Kantor Pos Pusat di Kota Ho Chi Minh
Kantor Pos Pusat, arsitektur kolonial Prancis di jantung Saigon

Saat berjalan-jalan di kota, jangan lewatkan naik ke puncak gedung Landmark 81 yang menjulang. Anda akan mendapatkan pemandangan Kota Ho Chi Minh yang menakjubkan. Lalu jelajahi Pecinan, rasakan suasananya yang autentik, dan nikmati kuliner Vietnam. Menyusuri gang-gang yang ramai dan kuil-kuil yang mistis akan membawa Anda ke dunia lain. Kota Ho Chi Minh benar-benar persimpangan sejarah dan modernitas, di mana setiap sudut jalan menyimpan cerita yang memikat.

Kios pasar di Pecinan Kota Ho Chi Minh
Sebuah pasar di Cholon, Pecinan Kota Ho Chi Minh

Terowongan Cu Chi

Terowongan Cu Chi menawarkan sudut pandang menarik tentang kecerdikan dan ketangguhan rakyat Vietnam selama Perang Vietnam. Jaringan bawah tanah yang luas ini berfungsi sebagai tempat persembunyian, rumah sakit, dan tempat tinggal bagi Viet Minh dan Viet Cong. Beberapa agen perjalanan menawarkan tur yang tertata dengan sangat baik. Saya memilih Klook dan pemandu saya seorang pemuda yang baru saja menyelesaikan wajib militer 2 tahun. Ia sangat bangga menunjukkan semua teknik yang dipakai untuk menjebak tentara Amerika selama perang. Padahal kakeknya dulu bertempur bersama tentara Prancis melawan tentara Vietnam Utara pada Perang Indochina. Sekilas gambaran tentang gejolak yang pasti dialami rakyat Vietnam.

Pintu masuk sempit terowongan Cu Chi dekat Kota Ho Chi Minh
Salah satu pintu masuk sempit terowongan Cu Chi

Delta Mekong

Jangan lewatkan perjalanan ke Delta Mekong. Delta ini adalah mozaik hidup pasar terapung dan sawah. Pelayaran di delta memperlihatkan kehidupan perairan yang kaya, tempat air dan daratan saling menghidupi. Tur-tur yang terorganisasi memang agak… turistik. Di setiap kegiatan, mulai dari mengunjungi pabrik permen kelapa hingga naik sampan menyusuri hutan bakau, termasuk melihat panen madu, Anda akan ditawari membeli produk lokal. Tetapi perjalanannya tetap menyenangkan. Masalahnya hanya satu: jika Anda tergoda seperti saya membeli suvenir di hari pertama perjalanan, Anda harus membawanya sepanjang perjalanan!

Saya mengambil tur di Klook yang menggabungkan kunjungan ke terowongan Cu Chi dan Delta Mekong dalam satu hari. Berangkat pukul 7 pagi dan kembali sekitar pukul 7 malam, dalam kelompok kecil berenam, hari itu ternyata cukup berhasil.

Perahu wisata di Sungai Mekong dekat My Tho
Di Sungai Mekong saat tur sehari dari Kota Ho Chi Minh

Vietnam Tengah: Hue, Hoi An, dan Da Nang

Setelah beberapa hari di Ho Chi Minh, saya terbang ke Da Nang untuk menjelajahi Vietnam tengah, dimulai dari Hue. Setelah dipikir-pikir, seharusnya saya terbang langsung dari Ho Chi Minh ke Hue, lalu dari Da Nang ke Hanoi, agar perjalanan lebih sederhana.

Hue: Kota Kekaisaran

Sebagai bekas ibu kota kekaisaran Vietnam, Hue adalah kota yang kaya sejarah dan budaya. Bentengnya, yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, menaungi bekas Kota Kekaisaran dan kediaman para kaisar terakhir Vietnam. Saya juga menyarankan Anda mengunjungi beberapa makam kerajaan. Di Hue Anda akan menemukan arsitektur unik yang memadukan pengaruh Prancis dan Vietnam. Hue juga terkenal dengan kulinernya, seperti bun bo Hue, sejenis sup mi pedas. Sungai Parfum yang membelah kota menambah suasana Hue yang tenang dan indah.

Gerbang Kota Kekaisaran di Hue
Kota Kekaisaran Hue, Situs Warisan Dunia UNESCO

Hoi An

Saya sangat menyukai Hoi An, kota yang indah di Vietnam tengah. Mungkin inilah persinggahan favorit saya. Kota tua Hoi An adalah Situs Warisan Dunia UNESCO. Kota ini benar-benar museum terbuka, dengan jalan-jalan yang dipenuhi rumah kayu tua yang mencerminkan pengaruh Tiongkok, Jepang, dan Prancis. Saya juga sangat menikmati kota tua di malam hari untuk mencicipi kuliner lokal, dan untuk naik perahu yang romantis di Sungai Thu Bon.

Lampion dan rumah tua di Kota Tua Hoi An
Kota Tua Hoi An, mungkin persinggahan favorit saya di Vietnam

Sekitar satu jam berkendara dari Hoi An terdapat My Son, situs arkeologi yang juga terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Dulunya pusat spiritual Kerajaan Champa, My Son terdiri dari beberapa reruntuhan candi Hindu yang dibangun antara abad ke-4 dan ke-14. Situs mistis yang dikelilingi pegunungan dan hijaunya alam ini menawarkan kontras yang mencolok dengan pesona urban Hoi An. Saya ke sana naik skuter, melewati sawah-sawah.

Menara bata Cham di kompleks candi My Son dekat Hoi An
Menara Cham di My Son, satu jam dari Hoi An

Da Nang

Da Nang, dengan pantai-pantai wisatanya dan Jembatan Naga yang bercahaya, sangat kontras dengan Hoi An. Kotanya sendiri tidak terlalu menarik, tetapi ada banyak pilihan jalan-jalan di sekitarnya. Saya terutama merekomendasikan mengunjungi Marble Mountains di jalan menuju Hoi An, dan melewati Celah Hai Van yang indah untuk mencapai Hue.

Ba Na Hills adalah destinasi tersendiri. Perbukitan ini dapat dicapai dengan salah satu kereta gantung terpanjang di dunia. Di ujung kereta gantung, Anda akan menemukan taman hiburan yang cukup mencengangkan, dibangun oleh grup Sun World. Daya tarik utamanya, Jembatan Emas yang ditopang dua tangan batu raksasa, menawarkan pemandangan spektakuler ke seluruh wilayah.

Jembatan Emas yang ditopang dua tangan batu raksasa di Ba Na Hills, Da Nang
Jembatan Emas di Ba Na Hills, di atas Da Nang

Vietnam Utara: Hanoi, Sapa, dan Teluk Ha Long

Hanoi, ibu kota berusia seribu tahun, adalah perpaduan lama dan baru yang cukup mengejutkan. Danau Hoan Kiem, kawasan kota tua, dan Pagoda Satu Pilar wajib dikunjungi. Saya juga sangat menyukai kota tuanya, yang sangat ramai pada malam akhir pekan untuk menyantap semangkuk mi di jalan-jalan yang diubah menjadi area pejalan kaki. Train Street juga klasik yang tak boleh dilewatkan. Jika beruntung atau pandai mengatur waktu, Anda bisa melihat kereta lewat hanya beberapa sentimeter dari Anda, sambil duduk di teras kafe! Tetapi yang paling saya sukai adalah sekitar Hanoi: Sapa dan Teluk Ha Long.

Kuil Sastra di Hanoi
Kuil Sastra, Hanoi

Sapa: Pegunungan yang Mistis

Sapa adalah pemandangan memukau dengan sawah terasering yang memahat pegunungan. Trekking di sini menawarkan pemandangan spektakuler dan perjumpaan dengan kelompok etnis setempat, cerminan keragaman budaya Vietnam. Perjalanan dengan sleeper bus adalah petualangan tersendiri, tetapi sepadan.

Sun World juga membangun kereta gantung raksasa di Sapa yang membawa Anda ke puncak Indochina. Gunung Fansipan adalah titik tertinggi di Vietnam, Laos, dan Kamboja, dengan ketinggian 3.143 meter di atas permukaan laut.

Bendera di puncak Fansipan di atas Sapa, puncak tertinggi di Indochina
Puncak Fansipan, 3.143 meter, dicapai dengan kereta gantung dari Sapa

Teluk Ha Long: Mahakarya Alam

Teluk Ha Long juga merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO, sekitar dua setengah hingga tiga jam dari Hanoi dengan bus limousine. Teluk ini terdiri dari sekitar 1.600 pulau dan pulau kecil, membentuk panorama menakjubkan puncak-puncak kapur yang menjulang langsung dari air. Tur perahu memungkinkan Anda menjelajahi gua tersembunyi, desa terapung, dan titik pandang yang tak terlupakan. Kawasan ini juga kaya keanekaragaman hayati, dengan beragam ekosistem yang menjadi rumah bagi banyak spesies. Anda bisa memesan tur sehari untuk melihat sekilas teluk ini — itulah yang saya lakukan. Tetapi kebanyakan orang menghabiskan satu atau dua malam di atas kapal yang mewah, bahkan sangat mewah!

Pulau-pulau kapur yang menjulang dari air di Teluk Ha Long
Teluk Ha Long dan sekitar 1.600 pulau kapurnya

Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Vietnam, per Wilayah

Vietnam tidak punya satu musim terbaik: utara, tengah, dan selatan memiliki pola cuaca yang berbeda, sehingga di bulan apa pun selalu ada wilayah yang hujan dan wilayah yang kering.

WilayahBulan terbaikMusim hujanPerlu diketahui
Utara: Hanoi, Sapa, Teluk Ha LongOktober hingga AprilMei hingga SeptemberDesember hingga Februari dingin dan sering berkabut, terutama di Sapa
Tengah: Hue, Hoi An, Da NangFebruari hingga AgustusSeptember hingga DesemberTopan dan banjir mungkin terjadi dari September hingga November
Selatan: Kota Ho Chi Minh, Delta Mekong, Phu QuocNovember hingga AprilMei hingga OktoberHujan biasanya turun sebagai hujan deras singkat di sore hari
Tiga iklim Vietnam

Untuk satu perjalanan dari utara ke selatan, Maret dan April adalah kompromi terbaik: kering di selatan dan tengah, dan mulai hangat di utara. Saat itulah saya berangkat, dan hanya puncak Fansipan yang tertutup awan. Hindari Tet, Tahun Baru Imlek pada akhir Januari atau Februari, ketika transportasi penuh dan banyak tempat tutup selama beberapa hari.

Berapa Hari yang Dibutuhkan di Vietnam?

  • Satu minggu: satu atau dua wilayah saja, misalnya Hanoi dan Teluk Ha Long, lalu Hue dan Hoi An.
  • Sepuluh hari hingga dua minggu: rute klasik utara-tengah-selatan, dengan pesawat untuk jarak jauh.
  • Tiga minggu: rute yang sama dengan lebih banyak waktu di setiap tempat — Sapa, Nha Trang, Dalat, Delta Mekong, dan beberapa hari di Phu Quoc.

Ide perjalanan hari demi hari ada di panduan saya untuk merencanakan perjalanan ke Vietnam, dan cara menyambungkan setiap rute dijelaskan di panduan transportasi.

Peta rute perjalanan dari utara ke selatan Vietnam
Rute klasik utara–selatan, dari Hanoi ke Kota Ho Chi Minh

Tips Praktis: Visa, Transportasi, dan Hotel

Visa ke Vietnam

Pemegang paspor Indonesia dapat masuk Vietnam tanpa visa hingga 30 hari. Warga banyak negara Eropa — termasuk Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Belgia, Swiss, dan negara-negara Nordik — serta Jepang dan Korea Selatan dapat tinggal hingga 45 hari tanpa visa. Selebihnya, termasuk wisatawan dari Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, mengajukan e-visa secara online yang berlaku hingga 90 hari, sekali atau berkali-kali masuk. Aturannya sering berubah, jadi periksa portal e-visa resmi sebelum memesan.

Cara Berkeliling

Ada beberapa pilihan untuk berkeliling Vietnam: penerbangan domestik, kereta, bus, minivan, atau mobil. Saran saya, pesan transportasi Anda secara online di 12Go. Harganya sangat bagus dengan operator terbaik, dan pemesanannya sangat mudah.

Pesan bus, kereta, dan penerbangan di Vietnam dengan 12Go

Tempat menginap

Di Kota Ho Chi Minh saya menginap di Distrik 1, di Hanoi di Kota Tua sekitar Danau Hoan Kiem, dan di Hoi An dekat Kota Tua, yang bisa Anda jelajahi dengan berjalan kaki di malam hari. Anda dapat membandingkan hotel di Vietnam di Booking.com.

Promo hotel di Vietnam di Booking.com

Panduan Wisata Vietnam Saya

Wisata Vietnam: Pertanyaan Umum

Apakah Vietnam layak dikunjungi?

Ya. Sedikit negara yang menawarkan begitu banyak hal dalam satu perjalanan: kota-kota besar, sejarah kekaisaran, situs UNESCO seperti Hoi An, Hue, dan Teluk Ha Long, pegunungan, pantai, dan salah satu kuliner terbaik di Asia, semuanya dengan harga terjangkau. Vietnam adalah salah satu destinasi favorit saya di Asia Tenggara.

Apakah saya perlu visa ke Vietnam?

Tergantung paspor Anda. Pemegang paspor Indonesia bebas visa hingga 30 hari. Banyak warga Eropa, Jepang, dan Korea Selatan dapat tinggal 45 hari tanpa visa. Kewarganegaraan lain, termasuk Amerika, Kanada, dan Australia, memerlukan e-visa yang diajukan online dan berlaku hingga 90 hari.

Bulan apa yang terbaik untuk berkunjung ke Vietnam?

Untuk perjalanan keliling seluruh negeri, Maret atau April. Selatan dan tengah kering, dan utara sejuk. Namun setiap wilayah punya musim terbaiknya sendiri: Oktober hingga April di utara, Februari hingga Agustus di tengah, November hingga April di selatan.

Berapa hari yang dibutuhkan di Vietnam?

Dua minggu untuk melihat utara, tengah, dan selatan dengan nyaman. Sepuluh hari masih mungkin jika Anda terbang antarwilayah, seperti yang saya lakukan. Dengan satu minggu, pilih satu atau dua wilayah saja.

Sebaiknya keliling Vietnam dari utara ke selatan atau dari selatan ke utara?

Keduanya bisa; pilih berdasarkan cuaca dan penerbangan Anda. Saya berjalan dari selatan ke utara. Jika mengulanginya, saya akan terbang langsung dari Kota Ho Chi Minh ke Hue, lalu dari Da Nang ke Hanoi, agar tidak bolak-balik di wilayah tengah.

Berapa jauh Teluk Ha Long dari Hanoi?

Sekitar 2,5 hingga 3 jam dengan bus limousine atau van lewat jalan tol. Perjalanan sehari bisa dilakukan, tetapi pelayaran menginap memberi Anda jauh lebih banyak waktu di teluk.

Apakah Vietnam aman untuk wisatawan?

Ya, Vietnam umumnya aman. Risiko sebenarnya adalah lalu lintas, terutama saat naik skuter, jadi berkendaralah hanya jika berpengalaman, memiliki SIM yang sesuai, dan memakai helm. Di kota besar, jauhkan ponsel Anda dari jangkauan pengendara motor yang lewat.

Mata uang apa yang digunakan di Vietnam?

Dong Vietnam (VND). Kartu bisa dipakai di hotel dan banyak restoran di kota, tetapi siapkan uang tunai untuk jajanan kaki lima, pasar, dan kota kecil. ATM mudah ditemukan.