Panduan Sulawesi: Empat Lengan, Empat Perjalanan Berbeda

Oleh Blaise Jaeger · Diperbarui 15 Agustus 2026

Sulawesi adalah pulau dengan bentuk paling tidak lazim di Indonesia dan salah satu yang paling jarang dikunjungi. Empat lengan panjang memancar dari pusat pegunungan, tidak ada dua yang serupa, dan tidak ada satu jalan pun yang memungkinkan Anda melihat semuanya dalam satu perjalanan. Kebanyakan pelancong yang datang ke sini memilih satu lengan dan menerima bahwa sisanya harus menunggu.

Saya sudah dua kali ke sana — enam hari di dataran tinggi selatan pada Desember 2020, sepekan di ujung utara pada April 2023 — dan kedua perjalanan itu nyaris tidak punya kesamaan. Panduan ini membahas apa itu Sulawesi, mengapa bentuknya seperti sekarang, apa yang ditawarkan tiap kawasan, cara berpindah di tempat yang penerbangannya lebih menentukan daripada jalan raya, dan berapa lama waktu yang benar-benar Anda butuhkan.

Kapal pinisi berlabuh di lepas Labuan Babi, di ujung timur laut Sulawesi, Indonesia
Labuan Babi, di ujung timur laut — satu dari empat lengan, dan sehari penuh dari lengan mana pun yang lain

Sulawesi Sekilas

  • Letak: di timur Kalimantan, di barat Kepulauan Maluku, di tengah kepulauan Indonesia.
  • Luas: 174.416 km² untuk pulau utamanya — lebih besar daripada Inggris dan Wales digabung, dan pulau terbesar kesebelas di dunia.
  • Provinsi: enam — Selatan, Utara, Tengah, Tenggara, Barat, dan Gorontalo.
  • Titik tertinggi: Pegunungan Latimojong, sekitar 3.480 m.
  • Pintu masuk utama: Makassar (UPG) di selatan, Manado (MDC) di utara.
  • Dikenal karena: upacara pemakaman Tana Toraja, penyelaman di Bunaken dan Lembeh, serta satwa yang tidak ada di tempat lain di dunia.
  • Lama perjalanan: 7 hari untuk satu kawasan, 10 sampai 14 hari untuk menggabungkan dua.
  • Musim terbaik: musim kemarau, Mei sampai Oktober.
  • Bagian dari: Indonesia — lihat panduan negara untuk urusan visa dan gambaran besarnya.

Di Mana Sulawesi — dan Mengapa Bentuknya Seperti Itu?

Sulawesi berada di tengah Indonesia, di timur Kalimantan yang dipisahkan Selat Makassar, di utara Bali dan Flores, di barat Kepulauan Maluku. Dari Bali dua jam terbang; dari Jakarta, sedikit lebih dari dua jam.

Lalu ada soal bentuknya, hal pertama yang dilihat siapa pun dan yang hampir tidak pernah dijelaskan panduan mana pun. Empat lengan, terkembang seperti huruf K yang patah, dengan simpul pegunungan di titik pertemuannya.

Sulawesi tidak terbentuk sebagai satu pulau. Pulau ini dirakit. Lengan-lengannya adalah pecahan kerak bumi yang asal-usulnya benar-benar berbeda, terlas satu sama lain selama puluhan juta tahun di tempat tiga lempeng tektonik bertemu — lempeng Australia yang mendorong ke utara, lempeng Pasifik yang mendorong ke barat, dan tepian Eurasia yang menahan di sisi barat.

  • Lengan tenggara dan timur adalah pecahan benua yang lepas dari Australia bagian utara — paparan Banggai-Sula dan Buton — lalu hanyut ke utara sampai bertumbukan di sini.
  • Lengan utara adalah busur vulkanik yang terbangun dari sisi Pasifik. Pembangunannya masih berjalan: di sinilah gunung-gunung api aktif berada.
  • Bagian barat dan barat daya termasuk tepian Eurasia purba, ujung paparan Sundaland.
Peta Sulawesi yang menampilkan empat lengannya diberi warna menurut asal tektonik, dengan Garis Wallace dan Sesar Palu-Koro
Disederhanakan, tetapi inilah penjelasan bentuknya: tiap lengan diwarnai menurut asal kerak buminya, dengan Garis Wallace membentang di Selat Makassar di sebelah barat

Tumbukannya tergolong baru dalam skala geologi — lengan tenggara tiba kira-kira 23 sampai 16 juta tahun lalu, lengan timur 11 sampai 5 juta tahun lalu — dan pulau ini masih terus tertarik terpisah di sepanjang Sesar Palu-Koro, sesar geser sepanjang 300 km yang menurut pengukuran GPS bergerak sekitar 3,4 mm per tahun.

Jadi lengan-lengan yang tidak proporsional itu bukan keisengan garis pantai. Itu adalah kepingan aslinya, yang masih terlihat. Dan ada konsekuensi praktisnya: tidak ada cara efisien untuk menyeberangi Sulawesi, karena pulau ini memang tidak pernah menjadi satu daratan sejak awal.

Gunung api menjulang di balik pepohonan di dataran tinggi Minahasa dekat Tomohon, Sulawesi
Tomohon berada di antara dua gunung api aktif, dan jarang sekali keduanya lepas dari pandangan

Garis Wallace lewat persis di sebelahnya

Garis Wallace — batas yang ditarik Alfred Russel Wallace pada 1850-an antara fauna Asia dan fauna Australia — melintasi Selat Makassar, antara Kalimantan dan Sulawesi. Bukan melewati pulaunya: persis di sebelah baratnya. Selat itu adalah alur laut dalam yang tetap terbuka bahkan pada muka laut terendah zaman es, dan selama lebih dari 50 juta tahun ia menghalangi hewan darat menyeberang.

Satu koreksi, karena hal ini diulang secara keliru di mana-mana: garis itu tidak menempatkan Sulawesi begitu saja di sisi Australia. Sulawesi termasuk Wallacea, zona peralihan — monyet, tarsius, dan babinya berleluhur Asia, unsur lain berasal dari Australia, dan sebagian besar sisanya bukan keduanya. Justru status di antara itulah yang membuat satwa pulau ini begitu khas.

Sulawesi Terkenal karena Apa?

Empat hal, dan keempatnya nyaris tidak berhubungan satu sama lain.

  • Upacara pemakaman Tana Toraja — budaya yang paling banyak difoto dan paling sedikit dipahami di Indonesia, di dataran tinggi selatan.
  • Penyelaman — dinding karang Bunaken dan Selat Lembeh, ibu kota dunia untuk muck diving, keduanya di ujung utara.
  • Satwa endemik — alasan para ahli biologi datang.
  • Sejarah perdagangan rempah — Makassar pernah menjadi salah satu kekuatan maritim besar di kawasan ini, dan orang Bugis adalah pelautnya.
Sotong flamboyan difoto di atas pasir hitam Selat Lembeh, Sulawesi Utara
Sotong flamboyan di Selat Lembeh — alasan orang menyelam di pasir hitam

Satwa yang jarang diperhitungkan

Menurut Wildlife Conservation Society, Sulawesi punya 127 jenis mamalia dan sekitar 62% di antaranya tidak ditemukan di tempat lain. Kecualikan kelelawar, yang terbang dan karena itu berpindah jauh, maka tingkat endemisme naik menjadi hampir 99%. Tidak ada angka sebanding di mana pun di Indonesia.

  • YakiMacaca nigra, monyet hitam legam berjambul, berstatus kritis. Populasi tersisa yang terbesar ada di Tangkoko, di pesisir timur laut.
  • Tarsius — primata sebesar kepalan tangan dengan mata lebih besar daripada otaknya. Tangkoko lagi, saat senja, ketika mereka keluar dari pohon aranya.
  • Babirusa — taring atasnya tumbuh menembus moncongnya sendiri lalu melengkung balik ke arah dahi.
  • Anoa — kerbau kerdil sebesar anjing besar, berstatus terancam, dan sangat sulit dilihat.
  • Maleo — burung yang menimbun telurnya di pasir yang dipanaskan panas bumi lalu meninggalkannya; anaknya menggali keluar sendiri dan terbang di hari yang sama. Berstatus kritis.

Status konservasi di sini mengikuti penilaian IUCN yang dibuat antara 2016 dan 2021. Status itu tidak permanen, dan beberapa populasi tersebut sedang menurun.

Di mana benar-benar bisa melihatnya: Tangkoko

Tangkoko Batuangus, di pesisir timur laut satu setengah jam dari Manado, sudah dilindungi sejak 1919 dan merupakan satu-satunya tempat di mana melihat satwa ini nyaris pasti, bukan sekadar soal keberuntungan. Dua kali jalan, pada dua jam yang berbeda:

  • Pagi buta — kawanan yaki turun melewati hutan menuju pantai. Satu kelompok bisa berisi puluhan ekor dan mereka sudah sepenuhnya terbiasa dengan manusia, artinya menjaga jarak adalah tugas Anda, bukan tugas mereka.
  • Senja — tarsius bangun. Pemandu tahu persis pohon ara pencekik mana yang mereka tempati, dan hewan itu muncul dalam rentang beberapa menit dari jam yang sama setiap sore.

Tiket masuk sekitar Rp 100.000 untuk pengunjung asing dan Rp 5.000 untuk warga Indonesia, dengan pemandu Rp 100.000 sampai 200.000. Pemanduan di sini tidak diatur secara resmi, jadi mintalah penginapan Anda mengaturkan orangnya alih-alih mengambil siapa pun yang menunggu di gerbang.

Dua taman lain layak dipertimbangkan kalau Anda punya waktu. Bogani Nani Wartabone, seluas 2.871 km² di utara, menampung 125 jenis burung dan lokasi bertelur maleo, dan taman itu berada di bawah tekanan nyata dari pembalakan liar, perburuan, serta penambangan emas skala kecil. Lore Lindu, di Sulawesi Tengah, menggabungkan lebih dari 230 jenis burung dengan megalit Lembah Bada.

Orang-Orang Sulawesi

Empat lengan pulau ini membawa empat budaya yang di tempat lain akan dianggap saling asing, dan perbedaannya bukan sekadar hiasan — perbedaan itu mengubah apa yang Anda makan, hari apa segala sesuatu tutup, dan bagaimana Anda diterima.

  • Orang Bugis dan Makassar, di selatan. Muslim, dan pelaut terbesar di Nusantara — kapal pinisi adalah milik mereka, dan kapal di bagian atas halaman ini salah satunya. Awak Bugis berdagang sampai ke Australia bagian utara selama berabad-abad, dan lambung kayunya masih bongkar muat di Pelabuhan Paotere, Makassar.
  • Orang Toraja, di dataran tinggi selatan. Mayoritas besar Protestan, berlapis di atas aluk to dolo warisan leluhur — dan dari situlah lahir upacara pemakaman yang membuat pulau ini dikenal.
  • Orang Minahasa, di utara. Kristen sejak masa zending Belanda, terkenal terbuka ke luar, dan sumber masakan berbasis cabai, babi, serta daging hewan liar yang tidak ada bandingannya di Indonesia.
  • Orang Mandar, Bajau, dan puluhan kelompok yang lebih kecil di sepanjang pesisir — orang Bajau adalah pengembara laut yang fisiologi menyelam bebasnya sudah jadi bahan penelitian ilmiah serius.

Konsekuensi praktisnya: peta agama adalah peta makanan. Daging babi ada di mana-mana di Toraja dan dataran tinggi Minahasa, dan praktis tidak ada di selatan yang Bugis. Minggu adalah hari sepi di utara dan di dataran tinggi, dan Jumat siang adalah waktu sepi di Makassar. Bahasa Indonesia dipakai di seluruh pulau; bahasa Inggris tidak, kecuali di pusat selam dan hotel.

Hidangan khas Sulawesi Selatan disajikan di atas nampan di Makassar
Sulawesi Selatan di atas nampan — ikan bakar, nasi, dan sambal

Apakah Sulawesi Layak Dikunjungi?

Ya — dengan satu syarat. Sulawesi bukan tempat yang Anda singgahi sambil lalu dalam perjalanan ke tempat lain. Jaraknya jauh, jalannya lambat, dan dua hal yang paling dikuasainya berada di dua ujung pulau sepanjang 1.500 km.

Sebagai gantinya Anda mendapat versi Indonesia yang tidak dibentuk mengikuti selera pengunjung. Di Tana Toraja Anda melihat sistem ritual yang hidup, bukan pertunjukan. Di Lembeh Anda menyelam di atas pasir hitam menyaksikan makhluk yang tidak pernah dilihat kebanyakan penyelam. Di Tangkoko kawanan yaki turun ke pantai pada pagi buta karena memang selalu begitu.

Datanglah kalau Anda mengutamakan budaya dan satwa ketimbang pantai, tidak keberatan dengan perjalanan darat yang panjang, dan punya waktu minimal sepekan.

Jangan datang kalau Anda hanya punya lima hari, mencari resor, atau mengharapkan infrastruktur setara Bali. Sulawesi akan mengecewakan Anda, dan sepenuhnya karena soal ekspektasi.

Tempat Terbaik untuk Dikunjungi di Sulawesi

Pilih per lengan, bukan per daftar. Enam ini yang sepadan dengan sebuah perjalanan.

  • Tana Toraja, selatan — upacara pemakaman, rumah tongkonan, dan kubur batu di dataran tinggi di atas Makassar. Alasan kebanyakan orang datang.
  • Makassar, selatan — kota pintu masuk: Fort Rotterdam, tepian Losari, dan makanan laut terbaik di pulau ini.
  • Bunaken, utara — taman laut dengan dinding karang tegak lurus, 45 menit berperahu dari Manado.
  • Selat Lembeh, timur laut — pasir vulkanik hitam, dan biota laut kecil paling ganjil di planet ini.
  • Tomohon dan dataran tinggi Minahasa, utara — gunung api, danau belerang, dan pasar yang membuat kawasan ini paling banyak diberitakan.
  • Tangkoko, timur laut — yaki dan tarsius, di cagar alam yang dilindungi sejak 1919.
Kerak belerang putih dan air pucat Danau Linow dekat Tomohon, Sulawesi Utara
Danau Linow — warnanya bergantung pada jam dan kadar belerang, dan tidak pernah sama dua kali

Dua lagi untuk pelancong yang punya waktu: Kepulauan Togean di Teluk Tomini, dicapai dengan feri dari Ampana dan benar-benar terpencil; serta Lore Lindu di Sulawesi Tengah, taman seluas 3.310 km² dengan lebih dari 230 jenis burung dan megalit Lembah Bada, sebagian bertarikh hingga sekitar 1300 M dan sampai sekarang belum terjelaskan.

Tana Toraja: Rambu Solo’, Tongkonan, dan Kubur Batu

Lima jam perjalanan darat di atas pesisir selatan, dataran tinggi Toraja menyimpan budaya yang membuat Sulawesi dikenal. Tiga hal mendefinisikannya.

  • Rambu Solo’ — upacara pemakaman. Persiapannya bisa memakan setahun atau lebih, karena harus dibiayai, dan sampai upacara itu digelar almarhum tetap berada di rumah dan belum dianggap meninggal.
  • Tongkonan — rumah adat dengan atap melengkung seperti lambung perahu, berorientasi utara-selatan, fasadnya berukir merah, hitam, putih, dan kuning.
  • Kubur batu dan tau-tau — liang yang dipahat di tebing kapur, dijaga patung kayu berwujud orang yang dimakamkan.
Deretan rumah tongkonan berhadapan dengan lumbung padinya di Ke'te Kesu, Tana Toraja, Sulawesi
Ke’te Kesu — sederet tongkonan berhadapan dengan lumbung padinya di seberang halaman

Dua koreksi perlu dibuat di sini, karena keduanya diulang di seluruh media perjalanan. Tana Toraja bukan Situs Warisan Dunia UNESCO — statusnya ada di daftar sementara sejak 6 Oktober 2009 dan tidak pernah ditetapkan. Dan sebagai pengunjung asing di sebuah upacara Anda tidak membawa apa-apa: saran untuk datang dengan rokok, gula, atau bingkisan kecil itu keliru, dan menurutinya justru menempatkan Anda pada posisi canggung, bukan sopan.

Saya menghabiskan enam hari di sana pada Desember 2020. Uraian lengkapnya — berapa sebenarnya biaya sebuah Rambu Solo’, apa arti to makula’ (istilah untuk almarhum yang belum diupacarakan), di mana saja lokasinya, dan apa yang dikatakan sebuah keluarga Toraja kepada saya soal tata krama pengunjung — ada di panduan perjalanan Tana Toraja tersendiri.

Sulawesi Utara: Manado, Tomohon, dan Bunaken

Lengan utara terasa seperti negeri lain. Kristen alih-alih Muslim, vulkanik alih-alih karst, berorientasi ke laut alih-alih ke dataran tinggi. Manado adalah basisnya — kota pelabuhan aktif berpenduduk setengah juta dengan bandara yang kini menerima penerbangan langsung dari Singapura, Seoul, Taipei, Shanghai, dan Guangzhou, yang menjadikannya pintu termudah ke Sulawesi dan justru paling jarang dipertimbangkan orang.

Sejam ke pedalaman dan 700 m lebih tinggi, Tomohon berada di dataran tinggi Minahasa di antara dua gunung api aktif. Kotanya sejuk, hijau, sangat Protestan — gereja di mana-mana, beberapa di antaranya berarsitektur ambisius — dan menjadi basis untuk semua yang layak dilihat di pedalaman.

Ruang utama sebuah gereja modern di Tomohon, Sulawesi Utara
Tomohon membangun gerejanya seperti lambung kapal — dataran tinggi Minahasa mayoritas Protestan
  • Danau Linow — danau kawah belerang yang berubah warna sepanjang hari, dari toska ke putih ke abu-abu, tergantung cahaya dan kandungan mineralnya. Baunya sudah memberi tahu Anda apa yang sedang Anda lihat sebelum Anda melihatnya.
  • Gunung Lokon dan Gunung Mahawu — dua gunung api di atas Tomohon. Mahawu yang bisa didaki sampai bibir kawah; Lokon yang meletus.
  • Bukit Kasih — bukit berisi patung-patung putih dan tangga panjang, dibangun sebagai monumen kerukunan umat beragama. Memecah pendapat, dan sangat Minahasa.
  • Air Terjun Tekaan Telu — tiga curahan air jatuh berdampingan ke dalam hutan, dicapai dengan berjalan kaki dari jalan raya.
Tiga curahan air sejajar di Air Terjun Tekaan Telu di tengah hutan, Sulawesi Utara
Tekaan Telu — tiga curahan, persis seperti namanya

Aktivitas vulkanik dipantau dan statusnya berubah-ubah. Per awal 2026 Lokon berstatus Level II (Waspada) dengan radius larangan 2,5 km di sekitar Kawah Tompaluan, dan Mahawu berstatus Level I (Normal). Periksa magma.esdm.go.id sebelum merencanakan pendakian alih-alih memercayai panduan mana pun, termasuk yang ini.

Pasar Tomohon: Apa yang Saya Lihat, dan Sejauh Mana Larangan Itu Berlaku

Pasar Beriman di Tomohon adalah pasar yang paling banyak ditulis orang di Indonesia, hampir selalu oleh orang yang menggambarkannya dari kejauhan. Saya ke sana pada 18 April 2023. Berikut apa yang ada di lapak-lapaknya, dan apa yang berubah sejak itu.

Masakan Minahasa memakai daging hewan liar, dan pasar ini yang memasoknya. Di samping daging babi, ikan, dan sayuran biasa, ada kelelawar buah, dibentangkan dan dibakar bulunya, dijual bertumpuk; piton, melingkar di atas meja; tikus hutan di tusukan; dan anjing. Semua itu tidak ditata untuk pengunjung — ini pasar bahan pangan yang berjalan normal dan pembelinya seluruhnya warga setempat.

Kelelawar buah yang sudah dibakar bulunya dijajakan di meja lapak Pasar Tomohon, Sulawesi Utara
Kelelawar buah di Pasar Beriman, April 2023 — dagangan biasa pada hari pasar biasa
Seekor piton melingkar di meja potong Pasar Tomohon, Sulawesi Utara
Piton, dijual berdasarkan berat seperti semua dagangan lain di deret itu

Perdagangan daging anjing dan kucing dilarang pada Juli 2023, tiga bulan setelah saya ke sana. Antara 21 dan 24 Juli 2023, enam pedagang terakhir di Pasar Beriman menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perdagangan itu, Wali Kota Caroll Senduk meresmikan larangan tersebut lewat instruksi wali kota, dua puluh lima anjing dan tiga kucing diangkut dari rumah potong pemasok, dan sebuah spanduk dipasang di pintu masuk.

Tetapi larangan itu tidak bertahan, dan kebanyakan artikel berhenti sebelum bagian ini. Pada Juni 2025 pers Indonesia menyebutnya semu. Penjualan tetap berjalan dalam skala lebih kecil: sekitar sepuluh dari tiga puluh pedagang masih menawarkan daging anjing atau daging hewan liar pada Maret 2025. Seorang pedagang mengatakan volumenya turun dari 500 anjing per bulan menjadi 200, dan menyebut penurunan itu berasal dari pasokan yang mengering, bukan dari penegakan aturan.

Itulah pemberitaan terakhir yang bisa saya andalkan — Juni 2025. Saya tidak punya data untuk 2026, dan begitu juga siapa pun yang mengklaim perdagangan itu sudah berakhir.

Perlukah Anda ke sana? Pasar ini terbuka untuk siapa saja dan tidak ada yang akan melarang Anda memotret. Yang akan saya katakan begini: pergilah karena Anda ingin memahami apa yang dimakan orang Minahasa dan mengapa, bukan untuk mengumpulkan gambar. Saya tertarik, bukan terkejut, dan bukan urusan saya menilai apa yang dimakan budaya lain. Kalau Anda sudah tahu pemandangan itu akan membuat Anda tidak nyaman, jawabannya sederhana: jangan ke sana — Tomohon punya danau belerang, dua gunung api, dan air terjun, dan tidak satu pun dari itu mensyaratkan kunjungan ke pasar.

Menyelam di Sulawesi

Lengan utara adalah salah satu kawasan selam terbesar di dunia, dan ia menyajikan dua hal yang sama sekali berbeda dalam jarak sejam satu sama lain.

Bunaken — dinding karang dan jarak pandang

Taman Nasional Bunaken, 45 menit berperahu dari Manado, dibangun di atas dinding karang tegak lurus yang jatuh ke air biru dalam, dengan penyu, hiu karang, dan spons raksasa. Jarak pandang di atas 30 m pada musimnya. Tiket masuk taman sekitar Rp 75.000, dan satu kali penyelaman kira-kira 30 sampai 50 USD termasuk peralatan.

Musim: April sampai Oktober. Dari November sampai Maret jarak pandang turun tajam.

Demi kejujuran: saya belum pernah menyelam di Bunaken. Yang tertulis di sini berasal dari operator dan sumber terbitan, bukan dari buku catatan selam saya sendiri.

Selat Lembeh — kebalikan dari terumbu karang

Sejam ke timur lewat jalan darat, Selat Lembeh adalah ibu kota dunia untuk muck diving: pasir vulkanik hitam, nyaris tanpa karang, dan kepadatan hewan kecil aneh yang tidak ada bandingannya di mana pun. Sotong flamboyan, gurita mimik, frogfish berbulu, gurita cincin biru, kuda laut kerdil Pontohi. Penyelam datang khusus untuk fotografi makro dan menyelami dua puluh titik yang sama selama sepekan.

Yang satu ini saya kenal: saya menyelesaikan pelayaran selam liveaboard di Lembeh pada April 2023, dan perjalanan itulah yang membawa saya ke utara pulau ini sejak awal.

Lorong kayu dan pintu-pintu kabin di bawah dek kapal pinisi liveaboard Indonesia
Di bawah dek — semua bagian kapal pinisi terbuat dari kayu, termasuk lorongnya

Wakatobi dan sisanya

Wakatobi, di lepas lengan tenggara, adalah taman nasional berisi karang penghalang dan atol dengan reputasi serius dan nyaris tanpa infrastruktur independen — sebagian besar pengunjung datang dengan paket berikut penerbangan carter tetap. Kepulauan Togean di Teluk Tomini menawarkan terumbu karang, danau ubur-ubur, dan nyaris tidak ada lagi selain itu, dan justru itulah daya tariknya.

Dua Perjalanan Saya ke Sulawesi

Dua kunjungan, berjarak dua setengah tahun, di dua ujung pulau yang berlawanan.

Desember 2020 — Toraja dan Makassar, saat pandemi

Saya mendarat di Makassar pada 25 Desember 2020 dan menghabiskan enam hari di dataran tinggi Toraja sebelum turun kembali ke pesisir. Indonesia berada di bawah pembatasan Covid sepanjang waktu itu: kursi disilang di bus bandara, tes antigen wajib sebelum setiap penerbangan domestik, dan perkumpulan orang — termasuk upacara pemakaman Toraja — dilarang atau dibubarkan.

Spanduk layanan rapid test antigen untuk penumpang pesawat, Sulawesi Selatan, Desember 2020
Desember 2020 — tes antigen menjadi syarat setiap penerbangan domestik

Saya menutup perjalanan itu di Makassar pada 30 Desember, lalu terbang ke Yogyakarta pada malam tahun baru — dan begitulah saya berada di Borobudur pada 1 Januari 2021, seperti diceritakan di panduan Jawa.

April 2023 — utara, turun dari liveaboard

Perjalanan kedua adalah lanjutan dari pelayaran selam yang berakhir di timur laut. Kapalnya pinisi, rig sekunar Bugis tradisional yang menjadi dasar kapal liveaboard Indonesia, dan titik labuh terakhirnya di Labuan Babi, antara Tanjung Pulisan dan Pulau Bangka — ujung paling timur laut dari lengan itu, tidak jauh dari Tangkoko.

Siluet kapal pinisi berlatar matahari terbenam di lepas Sulawesi Utara
Rig pinisi berasal dari Bugis, dari selatan pulau yang sama

Dari sana saya lanjut lewat darat: Bitung, lalu Tomohon dua hari, lalu Manado, lalu pulang lewat Makassar dan Bali. Sepekan, satu lengan, dan tanpa upaya melihat sisanya.

Kapal pinisi liveaboard menyala terang saat berlabuh pada malam hari, Sulawesi Utara
Berlabuh setelah gelap, tanpa apa pun lagi di permukaan air

Begitulah bentuk jujur sebuah perjalanan ke Sulawesi. Dua-duanya saya lihat satu lengan dengan benar dan mengabaikan yang lain, dan saya akan melakukannya dengan cara yang sama lagi.

Makassar: Pintu Masuk yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan

Hampir semua orang mendarat di Makassar dan pergi keesokan paginya. Berikan satu sore dan satu malam untuknya — kota ini pernah menjadi salah satu kekuatan maritim besar Asia Tenggara, dan ia masih berperilaku seperti kota pelabuhan.

  • Fort Rotterdam — benteng Belanda yang dibangun di atas kubu Kesultanan Gowa, luar biasa utuh, dengan museum di dalamnya.
  • Pantai Losari — bukan pantai, melainkan esplanade sepanjang dua kilometer tempat seluruh kota keluar saat matahari terbenam. Berjalanlah ke utara dari situ ke arah benteng dan Anda akan melihat area labuhnya: puluhan kapal menunggu di lepas pantai, dan memang untuk itulah Makassar selalu ada.
  • Masjid Amirul Mukminin — masjid terapung di atas tiang pancang di lepas tepian Losari, berkubah oranye dan paling bagus dilihat dari promenade.
  • Pelabuhan Paotere — tempat kapal pinisi kayu masih bongkar muat, di utara kota.
Masjid terapung Amirul Mukminin di tepian Pantai Losari, Makassar, Sulawesi
Masjid Amirul Mukminin, dibangun di atas tiang pancang di lepas tepian Losari
Fort Rotterdam dan bangunan kolonial putihnya dilihat dari atas di Makassar, Sulawesi
Fort Rotterdam dari atas — tembok Belanda di atas fondasi Gowa

Makanlah coto Makassar, dan pisang epe yang dijual di sepanjang tepian pantai. Di utara, masakan Minahasa lagi-lagi dunia yang lain — pedas, dan berat pada daging babi, yang tidak biasa di Indonesia dan langsung mengikuti kenyataan bahwa kawasan itu Kristen. Selengkapnya di panduan saya soal masakan Indonesia.

Cara ke Sulawesi

Dua pintu, dan pintu mana yang Anda pakai menentukan seluruh perjalanan Anda.

  • Makassar — Sultan Hasanuddin (UPG), di selatan. Penerbangan dari Jakarta, Bali, Surabaya, Singapura, dan Kuala Lumpur. Ini pintu untuk Tana Toraja.
  • Manado — Sam Ratulangi (MDC), di utara. Penerbangan domestik ditambah daftar internasional yang terus bertambah: Singapura dengan Scoot, Seoul-Incheon, Taipei, Shanghai, Shenzhen, Guangzhou, dan Ningbo semuanya ditambahkan sejak akhir 2025. Ini pintu untuk penyelaman dan satwa.

Perkiraan tarif, sebagai orde besaran dan bukan penawaran: Jakarta ke Makassar mulai sekitar 89 USD, Jakarta ke Manado 174 sampai 233 USD, Bali ke Manado 89 sampai 180 USD. Makassar ke Manado 1 jam 45 menit dengan Lion Air atau Batik Air, mulai sekitar Rp 1.635.000 sekali jalan.

Kapal Pelni menghubungkan Makassar dengan Jawa, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara — KM Dobonsolo, Nggapulu, Sinabung, Tilongkabila, dan Leuser semuanya beroperasi dari Makassar pada Agustus 2026. Jadwalnya bulanan dan berubah-ubah; kapal adalah cara bepergian, bukan cara menghemat waktu.

Cara Berkeliling Sulawesi

Terbang antarlengan. Berkendara di dalam satu lengan. Aturan tunggal itu akan menghemat waktu Anda lebih banyak daripada apa pun dalam panduan ini.

Makassar ke Tana Toraja

Bus malam berangkat dari Makassar sekitar pukul 20.00-21.00 dan tiba di Rantepao antara 05.00 dan 07.00 — operatornya antara lain Litha & Co, Bintang Prima, Metro Permai, dan Bintang Timur, dengan tarif Rp 180.000 sampai 390.000. Soal durasi, jangan percaya satu angka tunggal: warga yang rutin menempuhnya menyebut 7 sampai 8 jam, jadwal resmi menyebut 9 sampai 11 jam. Keduanya benar, tergantung operator, cuaca, dan jam berangkat. Jalannya menyusuri pesisir sampai Parepare lalu mendaki — bagian terakhirnya berkelok dan lambat, apa pun kesan yang ditimbulkan kata “Trans-Sulawesi”.

Ada juga penerbangan, dan hampir tidak ada panduan yang menyebutnya. Bandara Toraja (TRT) di Buntu Kunik dibuka pada 2020 dengan terminal beratap tongkonan, dan lompatan dari Makassar memakan waktu sekitar 55 menit. Saya menaikinya pada Desember 2020, tiga bulan setelah bandara itu dibuka.

Pesawat di apron Bandara Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia
Bandara Toraja — lima puluh lima menit alih-alih semalam di jalan, kalau rutenya sedang beroperasi

Jangan menyusun perjalanan di atasnya. Rute ini berulang kali dihentikan dan diluncurkan lagi; per Agustus 2026 rute itu beroperasi dua kali sepekan dengan Wings Air, sekitar Rp 1.000.000 sampai 1.300.000 sekali jalan. Pastikan rutenya ada untuk tanggal Anda.

Di dalam kawasan utara

Manado, Tomohon, Bitung, dan Tangkoko berada dalam segitiga berjarak dua jam dan mobil dengan sopir adalah cara paling masuk akal untuk menjangkau semuanya — itu yang saya lakukan. Perahu ke Bunaken berangkat dari Manado; perahu ke Lembeh dari Bitung. Angkutan umum (mikrolet) cocok untuk jarak pendek dan menuntut kesabaran.

Untuk gambaran nasional yang lebih luas — maskapai domestik, kereta di Jawa, kapal feri — lihat panduan saya tentang cara berkeliling Indonesia.

Rute Perjalanan Sulawesi: 7, 10, dan 14 Hari

7 hari — satu lengan, dituntaskan

Pilihan A, selatan: Makassar (1) · Tana Toraja (4) · Makassar (1) · pulang. Ini perjalanan budaya, dan empat hari di dataran tinggi adalah waktu minimum untuk melihat kampung-kampungnya, lokasi pemakamannya, dan titik pandangnya tanpa diburu dari satu tempat ke tempat berikutnya.

Pilihan B, utara: Manado (1) · Bunaken (2) · Lembeh (2) · Tomohon (1) · pulang. Ini perjalanan selam dan satwa, dan ini pekan yang lebih baik kalau Anda menyelam.

10 hari — dua ujung

Makassar (1) · Tana Toraja (4) · terbang Makassar-Manado (1) · Bunaken atau Lembeh (2) · Tomohon dan Tangkoko (2). Padat tetapi bisa dijalankan, dan hanya karena ada penerbangan internal. Menempuh rute yang sama lewat darat akan makan waktu tiga pekan.

14 hari — dengan ruang bernapas

Rute 10 hari ditambah dua hari di Toraja untuk berjalan kaki antarkampung, dan dua hari di utara untuk titik selam kedua atau penyeberangan ke Togean. Dua pekan adalah durasi pertama di mana Sulawesi berhenti terasa seperti rangkaian perpindahan.

Tempat Menginap di Sulawesi

Pesan per kawasan. Berikut alamat yang saya pakai dan yang reputasinya terjaga di kalangan setempat.

Manado dan pesisir utara

Bunaken, Lembeh, dan Tangkoko

Tomohon dan dataran tinggi

Makassar dan selatan

Untuk Tana Toraja sendiri — Rantepao dan Makale — daftar hotelnya ada di panduan Tana Toraja, berikut satu tempat yang saya inapi yang sama sekali tidak terdaftar di Booking.

Sulawesi Tengah

Bandingkan dan pesan penginapan di Sulawesi lewat Booking.com

Waktu Terbaik Mengunjungi Sulawesi

Mei sampai Oktober adalah musim kemarau dan jawaban yang tepat untuk hampir semua rencana: jalan pegunungan dalam kondisi lebih baik, titik pandang yang benar-benar punya pemandangan, dan jarak pandang bawah air yang paling bagus.

  • Menyelam di utara: April sampai Oktober. November sampai Maret, jarak pandang turun tajam.
  • Upacara di Tana Toraja: terpusat antara Juni dan September, setelah panen, dengan Juli dan Agustus yang paling padat. Perlakukan itu sebagai kecenderungan — tanggal sebuah upacara pemakaman ditetapkan oleh keluarga, bukan oleh kalender.
  • Dataran tingginya dingin: di atas 1.000 m, pagi hari di Toraja dan Tomohon sama sekali berbeda dari pesisir. Bawa jaket di musim apa pun.

Saya pernah datang pada akhir Desember, dalam hujan, dan itu musim yang salah dari segala sisi — yang cukup merangkum mengapa musim kemarau ada.

Berapa Biaya ke Sulawesi

Sulawesi lebih murah daripada Bali dan lebih mahal untuk berpindah-pindah, dan poin kedua biasanya lebih berat daripada yang pertama. Perlakukan semua angka ini sebagai orde besaran per Agustus 2026, bukan sebagai penawaran.

  • Penerbangan internal Makassar-Manado: mulai sekitar Rp 1.635.000 sekali jalan, 1 jam 45 menit.
  • Bus malam Makassar-Rantepao: Rp 180.000 sampai 390.000.
  • Tiket masuk situs Toraja: sekitar Rp 30.000 per situs untuk pengunjung asing.
  • Tangkoko: tiket masuk Rp 100.000 ditambah Rp 100.000-200.000 untuk pemandu.
  • Taman laut Bunaken: sekitar Rp 75.000; penyelaman 30-50 USD termasuk peralatan.
  • Hotel kelas menengah: Rp 400.000-800.000 per malam di Manado atau Makassar; lebih murah di Rantepao.
  • Mobil dengan sopir: cara standar untuk menjelajah utara, dan satu-satunya harga yang tidak bisa saya pastikan dengan andal — nego di tempat dan siapkan biaya bahan bakar serta makan sopir.

Variabel terbesarnya adalah apakah Anda terbang antarkawasan atau tidak. Terbang berarti mengeluarkan harga satu tiket domestik dan menghemat dua sampai tiga hari, yang dalam perjalanan sepuluh hari adalah selisih antara melihat dua lengan dan melihat satu.

Tips Praktis untuk Sulawesi

  • Terbang antarkawasan. Keputusan paling berguna di seluruh pulau ini.
  • Bawa uang tunai. ATM ada di Makassar, Manado, Rantepao, dan Makale, lalu cepat menipis di luar itu. Loket masuk situs dan penginapan kecil hanya menerima tunai.
  • Sewa pemandu di Toraja. Bukan demi keamanan — kawasan itu sangat aman — tetapi karena situs-situsnya bisu tanpa pemandu.
  • Malaria ada di sini, terpusat di wilayah pedesaan. Mintalah saran dari klinik perjalanan, bukan dari situs web, termasuk yang ini.
  • Siapkan diri untuk daging babi di utara dan di Toraja, dan nyaris tidak ada di tempat lain. Peta isi menu adalah peta agama.
  • Periksa status gunung api di magma.esdm.go.id sebelum pendakian apa pun.
  • Soal Poso: Prancis masih menyarankan kewaspadaan tinggi di kawasan Poso, Sulawesi Tengah, per Agustus 2026, sementara Inggris dan Amerika Serikat tidak mencantumkan peringatan khusus untuk kawasan itu. Tidak satu pun dari ketiganya menggolongkannya sebagai zona terlarang, dan situasinya membaik jelas sejak dekade 2010-an.
  • Sisakan kelonggaran waktu. Jadwal feri bergeser, penerbangan Toraja bisa dihentikan, dan jalan pegunungan menentukan jadwalnya sendiri.

Apakah Sulawesi Cocok untuk Anda?

Sulawesi menuntut lebih banyak dari seorang pelancong dibanding Bali atau Jawa dan memberi balik sesuatu yang tidak bisa diberikan keduanya. Pulau ini tidak punya satu rute baku karena ia memang bukan satu pulau — ia empat, disambung di simpul pegunungan, dan setiap perjalanan yang jujur ke sini berarti memilih satu dan merelakan sisanya.

Pilih selatan untuk dataran tinggi Toraja. Pilih utara untuk apa yang hidup di air dan di hutan. Kembali lagi untuk yang satunya.

Kapal-kapal berlabuh di perairan Makassar saat senja, dilihat dari tepi pantai dekat Fort Rotterdam, Sulawesi Selatan
Perairan Makassar saat senja, dari tepi pantai di samping Fort Rotterdam — 30 Desember 2020

Untuk menyelami dataran tingginya lebih dalam, baca panduan perjalanan Tana Toraja. Untuk negaranya secara keseluruhan, lihat panduan perjalanan Indonesia, dan untuk pulau di sebelahnya, Jawa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Sulawesi

Di mana letak Sulawesi?

Di tengah Indonesia, di timur Kalimantan yang dipisahkan Selat Makassar dan di utara Bali serta Flores. Ini pulau terbesar kesebelas di dunia, dengan luas 174.416 km². Penerbangan menuju ke sana tersedia dari Jakarta, Bali, Singapura, dan Kuala Lumpur.

Mengapa bentuk Sulawesi seperti itu?

Karena pulau ini dirakit, bukan terbentuk sekaligus. Keempat lengannya adalah pecahan kerak bumi dengan asal berbeda — sebagian lepas dari Australia bagian utara, sebagian lagi busur vulkanik Pasifik, sisanya termasuk tepian Eurasia purba — yang terlas satu sama lain di tempat tiga lempeng tektonik bertemu. Bentuknya adalah sambungannya.

Sulawesi terkenal karena apa?

Upacara pemakaman Tana Toraja, penyelaman di Bunaken dan Selat Lembeh, serta satwa endemiknya — 127 jenis mamalia yang sekitar 62% di antaranya tidak ada di tempat lain, dan naik menjadi hampir 99% kalau kelelawar dikecualikan.

Apakah Sulawesi layak dikunjungi?

Ya, kalau Anda mencari budaya dan satwa ketimbang pantai dan resor, dan punya waktu minimal sepekan. Sulawesi bukan tambahan yang baik untuk perjalanan singkat ke Indonesia: jaraknya jauh dan daya tarik utamanya berada di dua ujung pulau yang berlawanan.

Berapa hari yang dibutuhkan di Sulawesi?

Tujuh hari untuk satu kawasan yang dituntaskan, sepuluh hari untuk menggabungkan selatan dan utara dengan penerbangan internal, empat belas hari untuk menjalaninya tanpa terburu-buru.

Apakah Tana Toraja Situs Warisan Dunia UNESCO?

Bukan. Tana Toraja ada di daftar sementara UNESCO sejak 6 Oktober 2009, yang menjadikannya kandidat. Statusnya tidak pernah ditetapkan, apa pun yang ditulis banyak panduan.

Apakah Pasar Tomohon masih menjual daging anjing?

Perdagangannya dilarang pada Juli 2023, tetapi larangan itu tidak ditegakkan sepenuhnya. Pada Juni 2025 pers Indonesia melaporkan penjualan masih berjalan dalam skala lebih kecil, dengan sekitar sepuluh dari tiga puluh pedagang masih terlibat pada awal tahun itu. Itulah pemberitaan andal yang terakhir tersedia; tidak ada yang bisa menggambarkan situasi 2026 secara jujur.

Di mana lokasi selam terbaik di Sulawesi?

Bunaken untuk dinding karang dan jarak pandang di atas 30 m, Selat Lembeh untuk muck diving dan fotografi makro, Wakatobi untuk karang penghalang yang terpencil. Bunaken dan Lembeh berjarak sejam dan saling melengkapi.

Bagaimana cara dari Makassar ke Tana Toraja?

Bus malam, 7 sampai 11 jam tergantung operator dan cuaca, dengan tarif Rp 180.000 sampai 390.000. Ada juga penerbangan ke Bandara Toraja (TRT), sekitar 55 menit, tetapi rutenya hanya beroperasi dua kali sepekan per Agustus 2026 dan sudah beberapa kali dihentikan sejak 2020.

Kapan waktu terbaik mengunjungi Sulawesi?

Mei sampai Oktober, musim kemarau. Penyelaman di utara paling bagus dari April sampai Oktober, dan upacara Toraja terpusat antara Juni dan September.

Apakah Sulawesi aman?

Ya. Bahaya praktis utamanya adalah jalan pegunungan, malaria di wilayah pedesaan, dan aktivitas vulkanik di utara. Prancis menyarankan kewaspadaan tinggi di sekitar Poso, Sulawesi Tengah; tidak ada kementerian luar negeri besar yang menggolongkan bagian mana pun dari pulau ini sebagai zona terlarang.

Apakah Sulawesi cocok untuk perjalanan pertama ke Indonesia?

Bukan sebagai perhentian pertama. Bali atau Jawa adalah perkenalan yang lebih mudah. Sulawesi memberi imbalan kepada pelancong yang sudah paham cara kerja perjalanan domestik Indonesia, dan yang tidak mengandalkan infrastruktur wisata untuk memuluskan jalan.