5 Hari di Hong Kong, 37 Tahun setelah Kunjungan Pertama Saya

Oleh Blaise Jaeger · Diperbarui pada 22 Oktober 2026

5 Hari di Hong Kong: Ringkasan Itinerary Kami

Inilah itinerary Hong Kong yang saya jalani bersama teman saya, Roy, dari 15 hingga 20 Oktober 2026, dengan satu hotel sebagai basis di Central. Lima hari penuh, salah satunya kami habiskan di Makau, dengan perpaduan antara hal-hal yang dicari semua orang — Victoria Peak, Star Ferry, Big Buddha — dan hal-hal yang mengejutkan kami: betapa cepatnya Anda sudah berada di punggung bukit berhutan di atas laut, dan betapa banyak sudut kota ini yang masih terasa seperti kota yang pertama kali saya lihat pada tahun 1989.

Setiap jam dan harga di halaman ini berasal dari foto dan struk kami. Jika ada yang tidak berjalan lancar, saya menyampaikannya, karena biasanya justru bagian itulah yang paling berguna dalam sebuah panduan wisata.

Cakrawala Pulau Hong Kong dan menara IFC saat matahari terbenam dilihat dari Avenue of Stars di Tsim Sha Tsui
Matahari terbenam di atas Pulau Hong Kong, dilihat dari Avenue of Stars, Tsim Sha Tsui.
HariRencanaSorotan
Hari 1 — Kamis, 15 OktoberKedatangan dan CentralTaksi dari bandara, makan malam di Tsui Wah, pemandangan pelabuhan dari rooftop
Hari 2 — Jumat, 16 OktoberPerjalanan sehari ke MakauFeri TurboJET, Reruntuhan Gereja St. Paul, Taipa Village, The Venetian
Hari 3 — Sabtu, 17 OktoberDragon’s Back dan Quarry BayJalan kaki di punggung bukit di atas Shek O, Monster Building, makan siang ala Thai
Hari 4 — Minggu, 18 OktoberLantau, lalu KowloonNgong Ping 360, Big Buddha, Tai O, matahari terbenam di Avenue of Stars, Temple Street, Star Ferry
Hari 5 — Senin, 19 OktoberKota tua Central dan Victoria PeakEskalator Mid-Levels, Tai Kwun, Peak pada siang hari, saat matahari terbenam, dan di malam hari
Hari 6 — Selasa, 20 OktoberKepulanganMuseum M+, lalu Airport Express

Hong Kong pada 1989, 2011, dan Hari Ini

Saya pertama kali datang ke Hong Kong pada Januari 1989. Saat itu saya sedang jeda di antara dua pekerjaan, berkeliling selama tujuh minggu ke Thailand, Filipina, Hong Kong, dan Sri Lanka bersama dua teman, dan Hong Kong masih merupakan koloni Inggris. Yang membuat saya terkesan waktu itu adalah kontras antara si kaya dan si miskin yang hidup berdampingan: deretan Rolls-Royce di depan hotel The Peninsula, dan beberapa langkah dari sana seorang pria menarik gerobak kayu di tengah lalu lintas.

Blaise Jaeger di atas sampan di Aberdeen Typhoon Shelter pada Januari 1989, dengan kapal jung nelayan dari kayu di belakangnya
Januari 1989: saya di atas sampan di Aberdeen Typhoon Shelter, di antara kapal-kapal jung nelayan dari kayu.

Saya kembali pada 2010 dan 2011 untuk urusan pekerjaan, termasuk satu perjalanan yang masih saya ingat karena absurdnya: terbang ke Hong Kong, makan malam dengan klien asal Inggris di Hong Kong Club, klub privat tertua di kota ini, lalu langsung terbang pulang — dua malam berturut-turut di pesawat, demi kontrak yang akhirnya tidak berhasil saya menangkan.

Kali ini untuk liburan, lima hari bersama Roy. The Peninsula masih ada, begitu pula pelabuhannya. Yang berubah adalah ketinggian segala sesuatu di sekitarnya. Pada 1989, gedung tertinggi di Hong Kong adalah Hopewell Centre, setinggi 222 meter, dan hanya segelintir menara yang melampaui 150 meter; Bank of China Tower bahkan masih dalam pembangunan. Kini Hong Kong memiliki sekitar 567 gedung di atas 150 meter, menurut Council on Tall Buildings and Urban Habitat — lebih banyak daripada kota mana pun di dunia.

Hotel The Peninsula di Tsim Sha Tsui, Hong Kong, dengan air mancur dan deretan mobilnya
The Peninsula pada Oktober 2026, tempat saya melihat deretan Rolls-Royce pada 1989.

Meski begitu, kota ini sebenarnya tidak sepadat kelihatannya dari pelabuhan. Menurut Planning Department, hanya sekitar seperempat daratan Hong Kong yang berupa kawasan terbangun; sisanya adalah taman alam (country park), lahan basah, waduk, dan perbukitan. Itulah kejutan sesungguhnya dari itinerary ini: pada Hari 3 Anda menyusuri punggung bukit berhutan di atas laut, pada Hari 4 Anda naik kereta gantung melintasi pegunungan hijau, dan keduanya berjarak kurang dari satu jam dari Central.

Tempat Menginap Kami: Upper House, di Atas Pacific Place

Kami menginap di Upper House, di atas Pacific Place di Admiralty, satu stasiun MTR dari Central. Hotelnya mahal, tetapi juga luar biasa: kamar kami di lantai 47 sangat luas untuk ukuran Hong Kong, dengan bak mandi yang menghadap ke pelabuhan. Admiralty ternyata menjadi basis yang sempurna — Central dan feri-ferinya di satu sisi, Peak Tram di sisi lain, serta bus ke Lantau dan bandara yang berangkat tepat di bawah hotel.

Bak mandi menghadap jendela setinggi langit-langit dengan pemandangan Victoria Harbour di kamar Upper House Hong Kong
Kamar kami di Upper House, lantai 47: bak mandinya menghadap ke pelabuhan.

Suatu malam kami makan malam di Salisterra, restoran di lantai teratas hotel, dengan menu set dan gemerlap lampu kota di bawah kami. Jika Upper House di luar anggaran Anda, logikanya tetap sama: menginaplah di pulau, antara Central dan Admiralty, dekat stasiun MTR.

Penawaran hotel di Hong Kong dari Booking.com

Hari 1: Kedatangan, Central, dan Rooftop di Malam Hari

Kami terbang dari Bali dengan Singapore Airlines, transit di Singapura, dan mendarat di Hong Kong pada malam hari. Pukul 18.40 aula imigrasi penuh, tetapi antreannya bergerak cepat dan tidak ada pengambilan sidik jari: kami selesai dalam 15 menit, dan bagasi kami keluar 15 menit kemudian.

Antrean Taksi: Bayar Tunai Lebih Cepat

Di pangkalan taksi ada dua antrean: satu untuk penumpang yang ingin membayar dengan kartu kredit, yang lebih panjang, dan satu lagi untuk pembayaran tunai. Kami masuk antrean tunai pukul 19.20 dan tidak perlu menunggu. Tanpa macet, perjalanan ke Admiralty memakan waktu 40 menit dengan biaya HK$390. Sebuah papan di pangkalan menjelaskan tiga warna taksi Hong Kong: merah untuk kawasan perkotaan, hijau untuk New Territories, dan biru untuk Lantau.

Papan di bandara Hong Kong yang menjelaskan berbagai jenis taksi Hong Kong
Papan informasi taksi di pangkalan taksi bandara.

Makan Malam di Tsui Wah

Untuk makan malam pertama yang cepat, kami pergi ke Tsui Wah, jaringan cha chaan teng khas Hong Kong — kedai makan lokal yang menyajikan hidangan rumahan ala Kanton dan Barat — yang didirikan pada 1967. Menu andalannya adalah babi panggang, char siu, di atas telur orak-arik dan nasi, seharga HK$90. Sederhana, dan pas sekali setelah seharian di pesawat.

Mangkuk berisi babi panggang di atas telur orak-arik dan nasi di Tsui Wah, Hong Kong
Babi panggang andalan Tsui Wah di atas telur orak-arik dan nasi, HK$90.

Koktail di Terrace Boulud

Kami menutup malam di Terrace Boulud, brasserie Prancis milik Daniel Boulud di atap Mandarin Oriental di Central. Satu koktail sekitar HK$128 ditambah 10% biaya layanan, dan pemandangan pelabuhan di malam hari sepadan dengan harganya.

Victoria Harbour dan Central di malam hari dilihat dari atap Mandarin Oriental di Hong Kong
Victoria Harbour di malam hari dari Terrace Boulud, di atap Mandarin Oriental.

Hari 2: Perjalanan Sehari ke Makau

Kami sengaja memilih hari kedua, hari Jumat, untuk ke Makau: akhir pekan berikutnya adalah libur panjang tiga hari di Hong Kong, dan kami ingin menghindari keramaian di feri. Kami berangkat dari Sheung Wan dengan TurboJET pukul 09.30 dan kembali pukul 16.30, setelah menjelajahi pusat kota bersejarah, makan siang di Taipa Village, dan menyusuri kanal-kanal The Venetian.

Cerita lengkap hari itu, dengan jam sebenarnya, harga feri, dan berapa yang kami bayar untuk makan siang, ada di panduan kami tentang sehari di Makau dari Hong Kong.

Hari 3: Dragon’s Back dan Monster Building

Dragon’s Back: Kesalahan Kami, dan Apa yang Sebaiknya Dilakukan

Dragon’s Back adalah jalur hiking terkenal yang paling mudah di Hong Kong: jalan setapak di punggung bukit di Shek O Country Park, di tenggara Pulau Hong Kong, dengan laut di kedua sisinya. Kami naik MTR ke Chai Wan, lalu menunggu taksi selama 35 menit, yang kemudian menurunkan kami satu kilometer sebelum titik awal jalur. Jangan tiru kami. Sebaiknya naik MTR ke Shau Kei Wan, lalu bus nomor 9 ke halte To Tei Wan, tepat di awal jalur.

Hari itu Sabtu di akhir pekan libur panjang, dan jalurnya ramai. Kami mulai berjalan pukul 11.37, tiba di titik pandang di atas Shek O sekitar pukul 12.30, lalu turun lewat jalan yang sama. Versi singkat ini memakan waktu sekitar satu jam dua puluh menit. Rute lengkapnya berlanjut menyusuri punggung bukit hingga Big Wave Bay. Semua detailnya, termasuk bus dan jalurnya langkah demi langkah, ada di panduan hiking Dragon’s Back kami.

Desa Shek O, pantai, dan pulau-pulau dilihat dari punggung bukit Dragon's Back di Hong Kong
Shek O dan pantainya dari titik pandang Dragon’s Back, pukul 12.31.

Kami turun dengan minibus umum ke stasiun Shau Kei Wan, HK$13 per orang, lalu naik MTR ke Tai Koo. Di sekitar stasiun, trem tingkat tua Pulau Hong Kong — yang dijuluki “ding ding” — berderak melintas di depan menara-menara apartemen.

Trem tingkat berwarna kuning di Hong Kong di depan menara apartemen dekat Quarry Bay
Trem Pulau Hong Kong di dekat Quarry Bay.

Monster Building di Quarry Bay

Dari Tai Koo, cukup berjalan kaki sebentar ke kompleks Yick Cheong Building di Quarry Bay, yang lebih dikenal sebagai Monster Building: lima blok apartemen yang saling terhubung mengelilingi halaman sempit, dengan ribuan jendela, AC, dan tiang jemuran yang bertumpuk menjulang ke langit. Ini salah satu tempat yang paling banyak difoto di Hong Kong, dan ada orang yang tinggal di sana, jadi jangan berisik. Saat kami datang, sedikit lewat pukul 13.30, hanya ada beberapa pengunjung lain.

Pemandangan ke atas blok-blok apartemen bertumpuk di sekeliling halaman Monster Building di Quarry Bay, Hong Kong
Halaman Monster Building, Quarry Bay.

Di gang tepat di sebelahnya, kami makan siang di Thai Nyom, restoran Thai kecil yang dengan senang hati akan kami datangi lagi, lalu naik MTR kembali ke Admiralty.

Hari 4: Pulau Lantau, Lalu Kowloon di Malam Hari

Ngong Ping 360: Pesan Lebih Awal, dan Pertimbangkan Crystal Cabin

Dari Admiralty, Citybus E11 menuju Tung Chung dalam waktu sekitar satu jam dua puluh menit, melewati jembatan-jembatan di atas pelabuhan peti kemas. Tung Chung adalah titik awal kereta gantung Ngong Ping 360, yang naik selama sekitar 25 menit melintasi teluk dan pegunungan menuju Big Buddha. Pemandangan bandara dari kabin sungguh spektakuler.

Kabin kereta gantung Ngong Ping 360 di atas Teluk Tung Chung di Pulau Lantau
Ngong Ping 360 di atas Teluk Tung Chung.

Di sinilah kami paling banyak kehilangan waktu selama perjalanan: antre 90 menit untuk kereta gantung, pada hari Minggu. Kami membeli tiket Ngong Ping 360 di Klook sambil berdiri di antrean, sehingga kami dipindahkan ke antrean yang lebih cepat dan menghemat sekitar 30 menit. Kalau dipikir lagi, seharusnya kami juga mengambil tiket Crystal cabin (kabin berlantai kaca), yang antreannya lebih pendek: itu akan menghemat 30 menit lagi. Pesanlah sebelum hari kunjungan, dan datanglah pada hari kerja jika memungkinkan.

Big Buddha dan Biara Po Lin

Tian Tan Buddha, sang Big Buddha, berada di puncak 268 anak tangga, yang kami daki. Di bawahnya, Biara Po Lin layak dikunjungi dengan berjalan kaki sebentar, untuk melihat aula-aulanya yang berhias lukisan dan asap dupa di halamannya.

Tian Tan Big Buddha di Pulau Lantau dilihat dari kaki tangga
Big Buddha dari kaki 268 anak tangganya.

Tai O, Desa Nelayan di Atas Panggung

Dari Ngong Ping kami naik taksi turun ke Tai O, desa nelayan tua dengan rumah-rumah panggung di pantai barat Lantau. Kami ikut tur perahu kecil, HK$50 per orang selama sekitar 20 menit. Kami tidak melihat lumba-lumba merah muda — Anda harus sangat beruntung, kata ibu di perahu itu — tetapi melihat desa dari atas air tetap sepadan. Kami makan siang di Fook Moon Lam, restoran lokal yang sederhana.

Rumah panggung tradisional di atas air di desa nelayan Tai O, Pulau Lantau
Rumah-rumah panggung di Tai O.

Untuk kembali, antrean bus nomor 11 ke Tung Chung sangat panjang; busnya memakan waktu yang sama dengan taksi, tetapi kami harus menunggu dua atau tiga bus. Kami naik salah satu taksi biru Lantau seharga HK$230, lalu MTR ke Kowloon. Hari lengkap kami di pulau ini, jam demi jam, ada di panduan perjalanan sehari ke Pulau Lantau kami.

Matahari Terbenam di Avenue of Stars

Kami berjalan melewati The Peninsula — fasad yang sama yang saya lihat pada 1989 — menuju Avenue of Stars di tepi laut Tsim Sha Tsui, minum di Ink, di sebelah Hong Kong Museum of Art, dan menyaksikan matahari tenggelam di balik menara-menara Pulau Hong Kong. Inilah pemandangan kartu pos klasik Hong Kong, dan saat matahari terbenam, pemandangan ini benar-benar sesuai dengan reputasinya.

Temple Street, Symphony of Lights, dan Star Ferry

Untuk makan malam kami pergi ke Temple Street Night Market, di bawah untaian lampionnya. Kami makan di Temple Spice Crab: angsa dengan nasi dan satu hidangan klasik lainnya, HK$324 untuk berdua. Terus terang, rasanya kurang enak — datanglah untuk suasana jalannya, bukan untuk makanannya.

Temple Street Night Market di Kowloon di bawah untaian lampion merah dan kuning
Temple Street Night Market saat senja.

Pukul 20.00 kami menyaksikan Symphony of Lights, pertunjukan cahaya setiap malam di gedung-gedung sekitar pelabuhan. Menurut kami mengecewakan; pelabuhan di malam hari sudah cukup memukau dengan sendirinya, dengan layar merah kapal jung tua yang membawa wisatawan berlayar.

Kapal jung berlayar merah di Victoria Harbour pada malam hari dengan Pulau Hong Kong yang terang benderang di belakangnya
Kapal jung berlayar merah di Victoria Harbour pada malam hari.

Lalu kami naik Star Ferry kembali ke Central — HK$6,50 di akhir pekan libur panjang, dan tetap menjadi perjalanan dengan nilai terbaik di Hong Kong — dan berjalan kaki kembali ke hotel menyusuri tepi laut.

Cakrawala Pulau Hong Kong yang bermandikan cahaya di malam hari dilihat dari tepi laut Tsim Sha Tsui
Pulau Hong Kong di malam hari dari dermaga Star Ferry di Tsim Sha Tsui.

Hari 5: Kota Tua Central dan Victoria Peak

Eskalator Mid-Levels dan Tai Kwun

Kami menghabiskan pagi di Old Town Central. Central–Mid-Levels Escalator adalah rangkaian eskalator dan jalur pejalan kaki beratap di luar ruangan yang menanjak di bukit di atas Central sepanjang sekitar 800 meter, dan merupakan cara termudah untuk menjelajahi SoHo serta jalan-jalan di sekitarnya.

Central–Mid-Levels Escalator di bawah papan Old Town Central di Hong Kong
Mid-Levels Escalator, Old Town Central.

Di tengah tanjakan, Tai Kwun adalah bekas kompleks Central Police Station (kantor polisi pusat), termasuk Penjara Victoria yang lama, yang telah direstorasi dan dibuka sebagai pusat warisan budaya dan seni. Masuknya gratis. Berkelilinglah di lapangan upacara dan masuklah ke blok penjara lama, tempat Anda masih bisa melangkah ke dalam sel-selnya.

Barrack Block bertiang di Tai Kwun, bekas Central Police Station di Hong Kong
Barrack Block di Tai Kwun.

Untuk makan siang kami pergi ke Sing Kee Seafood Restaurant, restoran Tionghoa yang tercantum dalam panduan Michelin, di jalan-jalan SoHo, sebelum beristirahat di hotel.

Victoria Peak pada Siang Hari, Saat Matahari Terbenam, dan Malam Hari

Pukul 15.00 kami naik taksi ke stasiun bawah Peak Tram di Garden Road, HK$30 dari Admiralty. Antrean tremnya panjang — hari itu hari libur nasional — tetapi dengan tiket fast-track kami langsung menuju antrean naik dan hanya menunggu trem berikutnya, sekitar 20 menit, sehingga kami berada di depan dan mendapat tempat duduk terbaik. Klook menjual tiket fast-track Peak Tram: ambil paket Peak Tram pulang-pergi plus Sky Terrace 428. Ada juga opsi dengan Madame Tussauds, yang kami lewatkan — kami pernah mengunjungi Madame Tussauds di Singapura, dan sebagian besar patungnya adalah selebritas regional yang tidak kami kenal.

Peak Tram hijau tiba di stasiun di Hong Kong
Peak Tram, beroperasi sejak 1888.

Kuncinya di Peak adalah bertahan: datanglah pada pertengahan sore untuk menikmati pemandangan di siang hari, tunggu matahari terbenam, dan tetaplah di sana sampai lampu-lampu kota menyala. Kami mengisi waktu dengan koktail di Bubba Gump di Peak Tower, lalu naik ke Sky Terrace sekitar pukul 17.00.

Pemandangan dari Victoria Peak ke menara-menara Central dan Victoria Harbour pada siang hari
Pemandangan dari Peak pukul 15.41.
Pemandangan dari Victoria Peak ke arah Hong Kong dan Victoria Harbour saat matahari terbenam
Pemandangan yang sama saat matahari terbenam.
Pemandangan dari Victoria Peak ke gemerlap lampu Pulau Hong Kong dan Kowloon di malam hari
Dan di malam hari, sekitar pukul 18.20.
Blaise Jaeger dan Roy berswafoto di Victoria Peak saat matahari terbenam dengan latar cakrawala Hong Kong
Roy dan saya di Peak, sesaat sebelum matahari terbenam.

Kami turun pukul 19.00, lagi-lagi tanpa antre lama. Cerita lengkap sore itu, jam demi jam, ada di panduan Victoria Peak saat matahari terbenam kami.

Hari Kepulangan: M+ dan Airport Express

Pada pagi terakhir, kami pergi ke M+, museum budaya visual di West Kowloon Cultural District. Museum ini menarik jika Anda menyukai seni kontemporer, dan gedungnya sendiri, yang berada di tepi air, menawarkan salah satu pemandangan terbaik ke arah Pulau Hong Kong.

Victoria Harbour dan cakrawala Pulau Hong Kong dilihat dari M+ di West Kowloon
Victoria Harbour dari M+, West Kowloon.

Lalu kami naik Airport Express ke bandara, HK$120: cara tercepat ke sana dari Central atau Kowloon.

Apa yang Akan Kami Lakukan Secara Berbeda

  • Pergilah ke Dragon’s Back dengan bus nomor 9 dari Shau Kei Wan, bukan dengan taksi dari Chai Wan.
  • Beli tiket Ngong Ping 360 sebelum hari kunjungan, dan pertimbangkan Crystal cabin karena antreannya lebih pendek.
  • Cek tanggal hari libur nasional. Hari Minggu kami di Ngong Ping dan hari Senin libur kami di Peak adalah momen paling ramai selama perjalanan.
  • Lewatkan Symphony of Lights jika waktu Anda terbatas.
  • Pilih antrean taksi untuk pembayaran tunai di bandara jika Anda memiliki dolar Hong Kong.

Transportasi di Hong Kong: Yang Kami Gunakan

TransportasiYang kami bayarCara kami membayar
Taksi, bandara ke AdmiraltyHK$390Tunai
MTRHK$5 untuk perjalanan pendek hingga HK$20 untuk yang terjauhTiket perjalanan tunggal
Trem di Pulau Hong KongHK$3,50, jarak berapa punKartu contactless
Minibus umum, Dragon’s Back ke Shau Kei WanHK$13 per orangTunai
Taksi biru Lantau, Tai O ke Tung ChungHK$230Tunai
Taksi, Admiralty ke Peak TramHK$30Tunai
Star Ferry, Tsim Sha Tsui ke CentralHK$6,50Kartu contactless
Airport ExpressHK$120Kartu contactless

Di MTR kami membeli tiket perjalanan tunggal, yang harganya tergantung jarak, mulai HK$5 untuk satu atau dua stasiun hingga HK$20 untuk perjalanan terjauh. Di bus, trem, Star Ferry, dan Airport Express, kami cukup menempelkan kartu kredit contactless. Tarif, taksi, minibus, dan pilihan transportasi dari bandara semuanya ada di panduan kami tentang transportasi di Hong Kong.

Baca Juga

Fasad batu Reruntuhan Gereja St. Paul di Makau

Sehari di Makau

Perjalanan sehari kami dari Hong Kong, jam demi jam: feri TurboJET, pusat kota bersejarah, Taipa Village, dan The Venetian. Baca selengkapnya

Marina Bay Sands dan ArtScience Museum yang bermandikan cahaya di malam hari di Singapura

Singapura

Negara-kota Asia lainnya yang sudah bisa dinikmati maksimal hanya dalam beberapa hari: Marina Bay, hawker center, dan cara merencanakan singgah (stopover). Baca selengkapnya

Lentera sutra menyala di atas jalan di kota tua Hoi An pada malam hari, Vietnam

Hoi An

Kota pelabuhan dagang tua yang terdaftar sebagai Warisan Dunia UNESCO, tempat para pedagang Tionghoa, Jepang, dan Eropa meninggalkan jejaknya. Baca selengkapnya

Pertanyaan Umum tentang Itinerary Hong Kong

Apakah 5 hari cukup untuk Hong Kong?

Ya. Lima hari cukup untuk Pulau Hong Kong, Kowloon, Lantau, dan Victoria Peak, ditambah perjalanan sehari ke Makau, asalkan Anda menginap di lokasi yang sentral dan merencanakan setiap hari di sekitar satu kawasan.

Di mana daerah terbaik untuk menginap di Hong Kong?

Central atau Admiralty, di Pulau Hong Kong. Keduanya dilalui MTR, dekat dengan Star Ferry, Peak Tram, dan feri ke Makau, serta bus ke Lantau dan bandara berangkat dari Admiralty.

Berapa tarif taksi dari bandara Hong Kong ke Central?

Kami membayar HK$390 dari bandara ke Admiralty untuk perjalanan 40 menit tanpa macet. Di pangkalan taksi, antrean untuk pembayaran tunai lebih cepat daripada antrean untuk pembayaran dengan kartu.

Bagaimana cara ke Dragon’s Back?

Naik MTR ke Shau Kei Wan, lalu bus nomor 9 ke halte To Tei Wan di awal jalur. Hindari naik taksi dari Chai Wan: kami menunggu 35 menit untuk mendapatkannya, dan taksi itu menurunkan kami satu kilometer dari titik awal.

Berapa lama antrean kereta gantung Ngong Ping 360?

Pada hari Minggu di bulan Oktober, kami antre 90 menit. Beli tiket lebih awal, datanglah pada hari kerja, dan pertimbangkan Crystal cabin, yang antreannya biasanya lebih pendek.

Apakah Victoria Peak layak dikunjungi saat matahari terbenam?

Ya. Naiklah pada pertengahan sore, bertahanlah selama matahari terbenam, dan tunggu sampai lampu kota menyala: Anda mendapatkan tiga pemandangan berbeda dengan harga satu perjalanan.

Bagaimana cara melewati antrean Peak Tram?

Beli tiket fast-track lebih awal. Pada hari libur nasional, antrean biasa sangat panjang, sedangkan dengan tiket kami, kami hanya menunggu trem berikutnya saat naik, dan nyaris tidak menunggu sama sekali saat turun.

Apakah Symphony of Lights layak ditonton?

Menurut kami mengecewakan. Pelabuhan di malam hari sudah spektakuler dengan sendirinya, dengan atau tanpa pertunjukan itu.

Berapa harga tiket Star Ferry?

Kami membayar HK$6,50 dari Tsim Sha Tsui ke Central di akhir pekan libur panjang, dengan kartu contactless. Ini moda transportasi termurah di Hong Kong dan salah satu yang terbaik.

Apakah bisa pakai kartu kredit di transportasi umum Hong Kong?

Ya, di bus, trem, Star Ferry, dan Airport Express kami menempelkan kartu kredit contactless. Di MTR kami membeli tiket perjalanan tunggal, mulai HK$5 hingga HK$20 tergantung jarak.

Apakah perjalanan sehari ke Makau dari Hong Kong layak dilakukan?

Ya. TurboJET memakan waktu sekitar satu jam, dan satu hari cukup untuk pusat kota bersejarah, Taipa Village, dan The Venetian; datanglah pada hari kerja untuk menghindari keramaian.