Bagi saya, Paris selalu menjadi kota yang paling baik dijelajahi secara perlahan — entah dengan berjalan kaki, bersepeda, atau bahkan dengan perjalanan singkat naik RER untuk menjelajah sedikit lebih jauh. Setiap rute selalu mengungkap sesuatu yang baru, mulai dari bulevar megah hingga jalan-jalan tersembunyi yang tenang dan lingkungan menawan tepat di luar pusat kota. Kedelapan itinerari ini — tiga tur jalan kaki, tiga rute bersepeda, dan dua petualangan RER — adalah rute yang sama yang telah saya alami sendiri, kadang sendirian dan kadang bersama teman-teman. Bersama-sama, semuanya menangkap semangat sejati Paris, baik di jantung kota maupun di sekitarnya.
Yang terbaik dari semuanya, setiap rute ini sepenuhnya mandiri (self-guided) dan gratis: tanpa perusahaan tur, tanpa pemesanan, tanpa jadwal tetap — hanya Anda, sepasang sepatu yang nyaman, dan kota ini dengan kecepatan Anda sendiri. Setiap tur jalan kaki di bawah ini dilengkapi dengan jarak, waktu tempuh, serta titik awal dan akhir sehingga Anda dapat mengikutinya sendiri.
Tur Jalan Kaki Mandiri (Self-Guided) di Paris
Tur Jalan Kaki Hari Kedatangan: Perkenalan Megah dengan Paris
Rute: ~7 km · Waktu jalan kaki: sekitar 3 jam (setengah hari dengan pemberhentian) · Titik awal & akhir: Saint-Eustache (métro Les Halles / Étienne Marcel, RER A, B, D di Châtelet–Les Halles).
Ketika teman saya dari Indonesia, Roy, tiba di Paris, kami melakukan tur jalan kaki untuk membantunya menyesuaikan diri dengan perbedaan waktu. Perjalanan kami dimulai di Saint-Eustache dan Taman Nelson Mandela, melewati Bourse de Commerce yang modern dan Fondation Pinault. Kami menyusuri Rue Jean-Jacques Rousseau dan memasuki Halaman Louvre melalui Rue de l’Amiral Coligny.

Dari sana, kami mengagumi Cour Napoléon yang terkenal dan piramida kacanya yang ikonik sebelum melewati Carrousel dan masuk ke Taman Tuileries. Melanjutkan perjalanan, kami tiba di Place de la Concorde, menyusuri Rue Royale hingga La Madeleine, lalu tiba di Opéra Garnier. Segelas minuman yang pantas kami nikmati menanti di atap Galeries Lafayette. Kami kemudian menyusuri Rue du 4 Septembre menuju Bourse, dilanjutkan dengan Rue des Petits Carreaux dan Rue Montorgueil sebelum mengakhiri perjalanan kembali di Saint-Eustache.

Tur Jalan Kaki Masa Lockdown: Menjelajahi Lingkungan Sekitar
Rute: ~6 km · Waktu jalan kaki: sekitar 2,5 jam · Titik awal & akhir: Taman Nelson Mandela / Saint-Eustache (métro Les Halles, Châtelet).
Selama lockdown COVID-19, jalan-jalan kami dibatasi dalam radius 1 kilometer dari rumah. Saya memanfaatkannya sebaik mungkin dengan menguji batas-batas kandang baru saya! Namun Anda dapat melakukannya sendiri; rute ini akan membawa Anda melewati banyak tempat indah di jantung Paris. Dimulai dari Taman Nelson Mandela, saya menyeberangi Pont Neuf, menyusuri Sungai Seine, dan memasuki Louvre melalui Carrousel. Saya kemudian menjelajahi Taman Palais Royal, melewati Bibliothèque Nationale bersejarah di Rue Richelieu.
Dari sana, saya berjalan menuju Grands Boulevards dan melanjutkan ke arah Place de la République. Menyusuri Rue du Temple, saya mencapai Hôtel de Ville melalui Le Marais. Saya berputar kembali menyusuri Rue du Renard melewati Centre Pompidou sebelum mengakhiri tur jalan kaki Paris saya di Les Halles dan Saint-Eustache.

Menyusuri Tepi Kiri Sungai (Rive Gauche): Pengalaman Klasik ala Paris
Rute: ~5 km · Waktu jalan kaki: sekitar 2,5 jam · Titik awal & akhir: Hôtel de Ville (métro Hôtel de Ville, jalur 1 & 11).
Tur jalan kaki ini menjelajahi pesona bersejarah Tepi Kiri Sungai. Dimulai dari Hôtel de Ville, saya menyeberangi Sungai Seine untuk mengagumi Notre-Dame sebelum menyusuri Rue Saint-Jacques menuju Latin Quarter. Melewati landmark seperti Collège de France, Lycée Louis-le-Grand, dan La Sorbonne, saya tiba di Panthéon. Dari sana, saya menjelajahi Taman Luxembourg dan berhenti di Saint-Sulpice serta Saint-Germain-des-Prés. Saya kemudian menyusuri Rue Bonaparte menuju Institut de France sebelum menyeberangi Pont Neuf. Perjalanan berlanjut melewati La Conciergerie dan Sainte-Chapelle, membawa saya menyeberangi Pont au Change. Akhirnya, saya tiba di Place du Châtelet, dengan pemberhentian di Tour Saint-Jacques, sebelum kembali ke Hôtel de Ville.

Menjelajahi Paris dengan Sepeda
Paris sangat ramah sepeda, dan stasiun berbagi sepeda Vélib’ di kota ini memudahkan Anda mengambil dan mengembalikan sepeda di mana saja di sepanjang rute-rute ini. Berikut tiga rute bersepeda mandiri (self-guided) favorit saya.
Menuju Bassin de la Villette
Dimulai dari Place de la République, rute bersepeda ini menyusuri Canal Saint-Martin, menawarkan perjalanan indah melewati jembatan dan rumah perahu. Setibanya di Bassin de la Villette, kami menyusuri Rue de Crimée untuk mencapai Parc des Buttes-Chaumont, salah satu taman paling indah di Paris. Dari sana, kami bersepeda melewati Belleville, menjelajahi Pemakaman Père Lachaise, dan berputar kembali ke République.
Menjelajahi Bois de Vincennes
Rute ini dimulai di Place de la Bastille, menyusuri Coulée Verte dan Avenue Daumesnil menuju Bois de Vincennes. Kami menyewa perahu di Lac Daumesnil, menikmati piknik di tepi danau, dan berakhir di Château de Vincennes. Untuk perjalanan pulang yang praktis, RER menawarkan perjalanan cepat kembali ke pusat kota Paris.
Bersepeda ke Bois de Boulogne
Dimulai dari Place de la Concorde, rute ini menyusuri tepi kanan Sungai Seine, melewati Palais de Tokyo dan Trocadéro sebelum menaiki Avenue George Mandel. Perjalanan perahu yang santai di danau Bois de Boulogne menjadi jeda sebelum melanjutkan ke Fondation Louis Vuitton melalui taman. Rute pulang membawa kami melewati Place Dauphine, Avenue Foch, Arc de Triomphe, dan menyusuri Champs-Élysées kembali ke Concorde.

Ekskursi dengan RER: Menjelajahi Sekitar Paris
Sehari di Château de Versailles
Perjalanan singkat dengan RER membawa pengunjung ke Versailles, tempat Anda dapat menjelajahi istana megah, menyusuri taman yang luas, dan mengagumi Aula Cermin (Hall of Mirrors). Menyewa sepeda untuk menjelajahi Grand Trianon dan Dusun Ratu (Queen’s Hamlet) menawarkan perspektif berbeda tentang kompleks istana ini.

Perjalanan Ajaib ke Disneyland Paris
Untuk petualangan penuh keseruan, naik RER ke Disneyland Paris menjadi pelarian sempurna dari kota. Dengan wahana yang menegangkan, pertunjukan yang memukau, dan pesona klasik Disney, ini adalah pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung dari segala usia.
Paris adalah kota yang paling baik dijelajahi dengan berjalan kaki atau bersepeda, dan rute-rute ini menampilkan pesonanya yang beragam, mulai dari landmark bersejarah hingga ruang hijau yang tenang. Baik menjelajahi jantung kota, bersepeda menyusuri kanal-kanalnya, atau melakukan perjalanan sehari, selalu ada sesuatu yang ajaib untuk dijelajahi.

Bonus: Pesiar Kapal di Sungai Seine
Pesiar kapal menyusuri Sungai Seine adalah keharusan untuk melihat Paris dari perspektif berbeda. Meluncur melewati landmark paling terkenal di kota ini—Notre-Dame, Louvre, Menara Eiffel, dan Musée d’Orsay—menawarkan pengalaman ajaib, terutama saat matahari terbenam atau ketika lampu-lampu kota menyala di malam hari. Banyak pilihan tersedia, mulai dari pesiar wisata sederhana hingga pesiar makan malam gourmet yang menghadirkan pengalaman bersantap mewah dengan pemandangan menakjubkan. Baik Anda memilih tur berpemandu dengan penjelasan sejarah atau pesiar romantis di malam hari, meluncur di sepanjang Sungai Seine adalah salah satu cara paling santai dan indah untuk merasakan keindahan Paris.
Jelajahi Paris Lingkungan demi Lingkungan
Rute-rute ini melewati beberapa lingkungan paling memikat di kota ini. Untuk menjelajahi lebih dalam salah satunya, ikuti panduan lokal kami:
- Montorgueil (arondisemen ke-2) – jalan pejalan kaki surganya pecinta kuliner di jantung Paris.
- Le Marais (arondisemen ke-3 & ke-4) – jalan-jalan abad pertengahan, rumah mewah, museum, dan kehidupan malam yang semarak.
- Latin Quarter (arondisemen ke-5) – kawasan tertua di Tepi Kiri Sungai, kafe, dan reruntuhan Romawi.
- Saint-Germain-des-Prés (arondisemen ke-6) – keanggunan klasik Tepi Kiri Sungai di sebelah Taman Luxembourg.
- Menara Eiffel hingga Concorde (arondisemen ke-7 & ke-8) – Menara Eiffel, Les Invalides, dan Champs-Élysées.
- Opéra & Grands Boulevards (arondisemen ke-9 & ke-10) – Palais Garnier, pusat perbelanjaan, dan Canal Saint-Martin.
- Montparnasse (arondisemen ke-14) – pemandangan panorama terbaik di Paris dan kafe-kafe bohemiannya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Tur Jalan Kaki di Paris
Bisakah Anda melakukan tur jalan kaki mandiri (self-guided) di Paris?
Ya, Paris adalah salah satu kota terbaik di dunia untuk tur jalan kaki mandiri. Pusat kotanya kompak, aman, dan dipenuhi landmark yang berjarak dekat satu sama lain. Setiap itinerari di halaman ini bersifat mandiri dan gratis — Anda cukup mengikuti rute dengan kecepatan Anda sendiri, tanpa perlu pemandu atau pemesanan.
Apa tur jalan kaki mandiri terbaik di Paris?
Untuk kunjungan pertama, rute “Hari Kedatangan” adalah perkenalan terbaik, menghubungkan Louvre, Tuileries, Concorde, Opéra, dan Montorgueil dalam waktu sekitar tiga jam. Untuk sejarah dan atmosfer, jalan-jalan menyusuri Tepi Kiri Sungai melewati Latin Quarter, Panthéon, dan Saint-Germain-des-Prés sulit ditandingi.
Apakah tur jalan kaki Paris ini gratis?
Sepenuhnya gratis. Ini adalah itinerari mandiri, jadi tidak ada perusahaan tur, pemandu, atau tiket yang harus dibayar. Satu-satunya kemungkinan biaya adalah tambahan opsional di sepanjang jalan, seperti tiket métro atau RER, sepeda Vélib’, atau berhenti untuk minum kopi.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berjalan melintasi Paris?
Pusat kota Paris ternyata sangat kecil: Anda dapat berjalan melintasinya, dari Bastille hingga Arc de Triomphe, dalam waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam. Rute-rute melingkar mandiri di halaman ini masing-masing membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 jam dengan langkah santai, dengan banyak pemberhentian di sepanjang jalan.
Apakah Paris kota yang ramah pejalan kaki?
Sangat ramah. Paris adalah salah satu ibu kota paling ramah pejalan kaki di Eropa, dengan pusat kota bersejarah yang padat dan datar, trotoar lebar, jalur tepi sungai, dan métro yang tidak pernah jauh saat Anda perlu beristirahat. Sebagian besar landmark utama berkumpul dalam beberapa kilometer persegi di kedua sisi Sungai Seine.
Berapa hari yang Anda butuhkan untuk menjelajahi Paris dengan berjalan kaki?
Tiga hingga empat hari memungkinkan Anda dengan nyaman menggabungkan rute-rute jalan kaki mandiri utama dengan beberapa museum serta satu atau dua lingkungan untuk dijelajahi lebih dalam. Dengan seminggu, Anda dapat menambahkan rute bersepeda dan perjalanan sehari dengan RER ke Versailles atau Disneyland.
Apa lingkungan terbaik untuk tur jalan kaki di Paris?
Untuk atmosfer yang benar-benar khas saat berjalan kaki, pilihan teratas adalah Le Marais, Latin Quarter, dan Montorgueil, yang semuanya ramah pejalan kaki dan penuh karakter. Kawasan Tepi Kiri Sungai di sekitar Taman Luxembourg dan Saint-Germain-des-Prés juga sempurna untuk jalan-jalan santai yang indah.
Apa yang harus saya bawa saat tur jalan kaki mandiri di Paris?
Sepatu yang nyaman sangat penting — jalanan berbatu Paris memang menawan tetapi melelahkan kaki. Bawa botol air, pakaian lapisan tipis, dan ponsel dengan daya penuh untuk peta. Memulai di pagi hari berarti lebih sedikit keramaian dan cahaya yang lebih baik untuk foto.
Bisakah Anda menjelajahi Paris dengan sepeda?
Ya. Paris memiliki jaringan jalur sepeda yang luas dan sistem berbagi sepeda Vélib’, dengan stasiun di seluruh kota. Ketiga rute bersepeda di halaman ini — menyusuri Canal Saint-Martin, ke Bois de Vincennes, dan ke Bois de Boulogne — semuanya mudah, sebagian besar datar, dan cara yang bagus untuk menjangkau area yang lebih luas.
Perjalanan sehari apa yang bisa Anda lakukan dengan RER dari Paris?
Dua perjalanan sehari termudah dengan RER adalah Château de Versailles (RER C) dan Disneyland Paris (RER A), masing-masing sekitar 40 menit dari pusat kota. Bois de Vincennes dan châteaunya juga hanya perjalanan singkat dengan RER, sempurna untuk digabungkan dengan rute bersepeda.

