Wisata Kepulauan Anambas: Panduan Gugusan Pulau Tersembunyi di Indonesia
Oleh Blaise Jaeger · Diperbarui pada 24 Oktober 2026
Mengapa Mengunjungi Kepulauan Anambas?
Kepulauan Anambas adalah gambaran Indonesia yang dibayangkan banyak wisatawan, tetapi hampir tak satu pun dari mereka pernah sampai ke sana: batu-batu granit raksasa, pantai pasir putih yang sepi, laguna berwarna toska, dan kampung-kampung rumah panggung di atas air, tersebar di Laut Cina Selatan antara Singapura dan Kalimantan. Tidak ada keramaian, tidak ada beach club, dan hanya sedikit hotel. Perjalanan ke sana butuh perencanaan, dan justru karena itulah suasananya masih seperti ini.
Saya ke sana dua kali, pada November dan Desember 2018, dalam perjalanan pribadi. Panduan ini membahas apa yang saya lihat, tempat saya menginap, dan cara ke sana. Untuk daerah lain di Indonesia, baca juga panduan wisata Indonesia.
Sekilas tentang Kepulauan Anambas
- Lokasi: di Laut Cina Selatan, sekitar 280 km (150 mil laut) di timur laut Batam, di Provinsi Kepulauan Riau.
- Luas: 255 pulau, sebagian besar tidak berpenghuni, dengan sekitar 50.000 penduduk.
- Pulau utama: Siantan, dengan ibu kota Tarempa; Jemaja, dengan kota Letung; Matak, basis industri minyak dan gas, yang memiliki bandara.
- Bandara: Letung, di Jemaja, dengan pesawat kecil dari Batam dan Tanjung Pinang; Bandara Matak saat ini tidak melayani penerbangan komersial.
- Lewat laut: kapal cepat dari Batam dan Tanjung Pinang ke Letung dan Tarempa, sekitar 7 hingga 9 jam.
- Waktu terbaik: Maret hingga Oktober, sebelum musim angin timur laut membawa laut yang lebih bergelombang.
- Mata uang: Rupiah Indonesia. Bawa uang tunai yang cukup untuk sewa kapal dan penginapan.

Dua Perjalanan Saya ke Anambas
Perjalanan pertama saya, pada November 2018, dimulai di Tarempa, ibu kota kecil di Pulau Siantan. Keesokan paginya saya mengunjungi Air Terjun Temburun dan pelabuhan, lalu pindah ke Anambas Dive Resort, yang dibangun di atas tiang di atas terumbu karang di sebelah timur Siantan, tempat saya bermalam. Hari berikutnya saya habiskan di atas kapal ke arah selatan, dari pulau ke pulau, sambil mendaki ke sebuah titik pandang di atas laguna berwarna toska. Saya mengakhiri perjalanan di Jemaja, pulau dengan bandara satunya lagi, dan terbang kembali ke Batam dari Letung.

Sebulan kemudian, pada Desember 2018, saya kembali, mendarat lagi di Matak lalu menyeberang ke pantai timur dengan kapal. Sore itu, matahari terbenam di balik batu-batu granit di lepas Berhala. Keesokan harinya, dalam perjalanan pulang, pengemudi kapal saya bertanya apakah saya mau ikut ke sebuah pesta pernikahan di kampungnya. Saya mengiyakan, dan akhirnya ikut naik ke pelaminan bersama kedua mempelai yang mengenakan baju pengantin keemasan.

Aktivitas Terbaik di Kepulauan Anambas
Tarempa, kota di atas tiang
Tarempa, di Pulau Siantan, adalah ibu kota kepulauan ini sekaligus pelabuhan utamanya. Sebagian besar kota dibangun di atas tiang di atas teluk, dengan jalan papan kayu, perahu nelayan, dan gunung hijau yang menjulang tepat di belakang rumah-rumah. Berjalanlah menyusuri tepi laut pada pagi hari, saat pasar ikan sedang ramai-ramainya, lalu naiklah ke bukit di belakang kota untuk menikmati pemandangan teluk.


Air Terjun Temburun
Di sisi timur Siantan, Air Terjun Temburun mengalir bertingkat-tingkat di atas lempengan granit yang lebar, dengan pemandangan ke arah laut di bawahnya. Datanglah pagi hari, saat udara lebih sejuk dan suasana lebih sepi, dan bawalah sandal untuk berjalan di atas bebatuan.

Island hopping dan laguna
Alasan sebenarnya untuk datang ke sini adalah lautnya: puluhan pulau dengan gosong pasir putih, laguna dangkal dalam segala gradasi warna toska, dan batu-batu granit raksasa. Sewa kapal beserta pengemudinya di Tarempa atau lewat hotel Anda, lalu habiskan sehari berpindah dari pulau ke pulau. Di pulau di selatan Siantan tempat kami singgah, jalan setapak yang pendek dan curam menembus hutan menuju titik pandang di atas laguna di bawahnya.

Jemaja
Jemaja, di bagian barat kepulauan, adalah pulau utama kedua, dengan kota Letung dan bandaranya yang kecil. Suasananya bahkan lebih tenang daripada Siantan, dengan pantai-pantai panjang yang sepi dan berbatasan langsung dengan hutan.
Matahari terbenam di pantai timur
Di sisi timur kepulauan, di sekitar Berhala, garis pantainya berupa teluk-teluk kecil berderet pohon kelapa dan batu-batu granit raksasa di dalam air. Mintalah pengemudi kapal Anda untuk tetap di laut sampai matahari terbenam.

Menyelam dan Snorkeling di Anambas
Saya tidak menyelam di Anambas, tetapi bahkan dari dek Anambas Dive Resort terumbu karangnya sudah terlihat di sana, beberapa meter di bawah bungalo, di air yang sangat jernih. Kepulauan ini dikenal dengan taman karangnya, dan Pulau Bawah, di bagian selatan, adalah kawasan konservasi dengan laguna untuk snorkeling dan menyelam. Ada juga dua bangkai kapal, Seven Skies dan Igara, yang menarik minat para penyelam. Kegiatan menyelam di sini diatur lewat beberapa resor yang ada, jadi rencanakan sebelum berangkat.

Untuk spot selam terbaik di seluruh negeri, baca panduan saya tentang diving terbaik di Indonesia.
Tempat Menginap di Kepulauan Anambas
Pilihan akomodasi terbatas dan sederhana, kecuali satu resor mewah, dan sangat sedikit yang tersedia di situs pemesanan besar. Pesanlah langsung, dan pastikan tempatnya masih buka sebelum Anda berangkat.
Anambas Dive Resort
Bungalo kayu di atas tiang di atas terumbu karang, di sebelah timur Siantan, dengan laut tepat di bawah teras dan restoran di atas air. Saya menginap di sini pada November 2018.

Sakura Hotel, Tarempa
Di Tarempa, saya menginap di Sakura Hotel, tempat menginap sederhana dan praktis di tengah kota untuk satu malam sebelum atau sesudah menjelajah pulau-pulau.
Pulau Bawah
Untuk menginap mewah, Bawah Reserve, di Pulau Bawah di selatan kepulauan, adalah eco-resort all-inclusive yang dicapai dengan pesawat amfibi. Saya belum pernah menginap di sana.
Cara ke Kepulauan Anambas
Dengan pesawat
Penerbangan ke Anambas kini lebih sulit dibanding saat saya ke sana. Pada 2018, Xpress Air menerbangkan pesawat baling-baling Dornier 328 dari Batam ke Matak, yang saya naiki di kedua perjalanan, dan Wings Air terbang antara Batam dan Letung, di Jemaja, yang saya naiki untuk kembali ke Batam. Saat ini Bandara Matak tidak lagi melayani penerbangan komersial: bandara ini dipakai oleh perusahaan minyak dan gas yang mengelolanya, dan pemerintah daerah sedang meminta agar penerbangan reguler dibuka kembali. Satu-satunya akses udara adalah Letung, dengan Wings Air dari Batam, yang dikurangi menjadi seminggu sekali pada 2025 dan sering dibatalkan, serta Susi Air dari Tanjung Pinang setiap Senin dan Kamis. Cek jadwal terbaru sebelum memesan hal lain, dan sisihkan satu hari cadangan untuk perjalanan pulang.

Dengan kapal feri
Kapal feri kini menjadi cara paling andal untuk ke sana. Kapal cepat berangkat dari Tanjung Pinang (Bintan) dan Batam pagi-pagi sekali, sekitar pukul 07.00, beberapa kali seminggu, singgah di Letung lalu Tarempa, dan kembali pada hari-hari berikutnya. Penyeberangan memakan hampir seharian, sekitar 7 hingga 9 jam tergantung kondisi laut. Batam dan Bintan sendiri hanya sebentar naik feri dari Singapura, sehingga Singapura menjadi pintu gerbang yang paling alami.
Transportasi lokal
Hampir tidak ada jalan yang menghubungkan pulau-pulau, jadi semuanya dilakukan dengan kapal. Speedboat beserta pengemudinya bisa disewa di Tarempa, Letung, atau lewat hotel Anda untuk transfer dan hari-hari island hopping. Sepakati harga dan rutenya sehari sebelumnya.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Kepulauan Anambas
Periode terbaik adalah Maret hingga Oktober, dengan laut yang lebih tenang dan cuaca yang lebih baik untuk island hopping. Dari November hingga Maret, musim angin timur laut membawa lebih banyak hujan dan laut yang lebih bergelombang, dan kapal kecil maupun feri bisa dibatalkan. Saya pergi pada November dan Desember dan beruntung dengan kondisi laut, tetapi sisihkan satu hari cadangan dalam rencana Anda jika bepergian pada waktu tersebut.
Baca Juga

Panduan Wisata Indonesia
Ke mana saja di Indonesia, berapa lama, kapan sebaiknya pergi, dan berapa biayanya, dari Bali hingga Raja Ampat.

Diving Terbaik di Indonesia
Destinasi selam terbaik di Nusantara, diurutkan berdasarkan logbook selam saya sendiri.
Pertanyaan Umum tentang Kepulauan Anambas
Di mana letak Kepulauan Anambas?
Kepulauan Anambas terletak di Laut Cina Selatan, sekitar 280 km di timur laut Batam, di Provinsi Kepulauan Riau, antara Singapura dan Kalimantan.
Bagaimana cara ke Kepulauan Anambas?
Dengan kapal cepat dari Batam atau Tanjung Pinang ke Letung dan Tarempa, sekitar 7 hingga 9 jam, atau dengan pesawat kecil ke Letung di Jemaja, dengan penerbangan yang jarang dan tidak teratur. Singapura adalah pintu gerbang termudah, lewat feri singkat ke Batam atau Bintan.
Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Kepulauan Anambas?
Maret hingga Oktober, saat laut lebih tenang. Dari November hingga Maret, musim angin timur laut membawa hujan dan laut yang lebih bergelombang, dan kapal bisa dibatalkan.
Di mana sebaiknya menginap di Anambas?
Anambas Dive Resort, di atas tiang di atas terumbu karang di sebelah timur Siantan, adalah tempat saya menginap. Di Tarempa, Sakura Hotel menjadi tempat menginap yang praktis, dan Bawah Reserve adalah pilihan mewahnya.
Apakah bisa menyelam di Kepulauan Anambas?
Bisa. Kepulauan ini memiliki taman karang, kawasan konservasi Pulau Bawah, dan bangkai kapal seperti Seven Skies. Kegiatan menyelam diatur lewat resor, jadi pesanlah jauh-jauh hari.
Apakah Kepulauan Anambas layak dikunjungi?
Ya, jika Anda menyukai pantai yang sepi dan pulau-pulau terpencil serta bisa menerima logistik yang serba sederhana. Kepulauan ini adalah salah satu wilayah terindah dan paling jarang dikunjungi di Indonesia.
